Archive for the BATAK: Category

Dewi Deak Parujar Mau Berkunjung?

Posted in BATAK: with tags , , , , , , on August 21, 2012 by Maridup Hutauruk

Dewi Deak Parujar Mau Berkunjung?

Oleh: Maridup Hutauruk

Memang unik Bangsa Batak yang mengakui bahwa mereka bukanlah manusia-manusia yang dibentuk dari sesuatu benda melainkan dilahirkan. Siapa yang melahirkan Manusia Asal Batak itu? Tersebutlah dalam Mitologi Bangsa Batak bahwa seorang dewi bernama Dewi Deak Parujar diutus oleh Mulajadi Nabolon Sang Pencipta Alam Raya Semesta untuk berkunjung ke Banua Tonga yang pada saat itu seluruhnya masih diselimuti oleh air.

Dewi Deak Parujar memulai tugasnya untuk membentuk hamparan tanah daratan di Banua Tonga yang dimulainya dari pemintalan benang dan kemudian menjadi lembaran Ulos. Kemudian Ulos ini digelarnya di permukaan bumi dan menjadilah hamparan tanah daratan agar dia lebih leluasa menjalankan tugas yang dititahkan oleh Mulajadi Nabolon. Saudara tua Dewi Deak Parujar bernama Dewi Sorbajati yang sebelumnya terkutuk oleh kekerasan hatinya untuk tidak mematuhi titah dari Mulajadi Nabolon sehingga dia terapung-apung dipermukaan air di Banua Tonga, mendapat kesempatan untuk merapat terdampar di pantai pinggiran tanah daratan yang telah dibentuk oleh saudara kecilnya Dewi Deak Parujar. Takdir menentukannya untuk bertumbuh di atas tanah menjadi sebuah pohon bernama Bagot. Kemudian berkembanglah jenis tumbuh-tumbuhan di atas permukaan tanah.  Continue reading

Manusia Pertama dari Asia? Legenda Pusuk Buhit

Posted in BATAK:, Manusia Pertama dari Asia? Legenda Pusuk Buhit with tags , on February 7, 2011 by Maridup Hutauruk

Siapa sangka kalau ada yang bilang manusia dari Asia? bukan Afrika menurut teori “monyet” atau Jazirah Arab menurut kitab suci.

  • Ditulis kembali oleh: KRABIL HUTAURUK  (20 Desember 2010)
  • Kontributor Artikel: Krabil Hutauruk

Peradaban Batak percaya bahwa manusia, mungkin selain alternatif di atas, juga berasal daro Pusuk Buhit, saat manusia pertama diciptakan atau diturunkan oleh Mula Jadi Na Bolon.

Ternyata lepercayaan ini bukan hanya sekedar isapan jempol. Belakangan ini ilmuwa Australi mulai melakukan hipotesa ke arah sana berikut pembuktiannya. Bagaimana selengkapnya? 

Semua ahli sepakat bahwa manusia muncul pertama kali di Afrika sebelum kemudian menyebar ke seluruh belahan dunia. Tapi, dua orang arkeolog berpendapat berbeda. Keduanya menawarkan penjelasan alternatif yang menunjukkan bahwa manusia mungkin muncul pertama kali dan menyebar dari Asia.  Continue reading

PERBUDAKAN ISTRI BATAK

Posted in BATAK:, Perbudakan Istri Batak on November 2, 2010 by Maridup Hutauruk

Oleh: Maridup Hutauruk 

Kutipan: 

Perilaku Berumahtangga & Kedudukan Wanita Pada Komunitas Batak Jaman Dulu. 

Laki-laki diijinkan mengawini banyak istri sebanyak yang mereka suka atau mampu, dan memiliki setengah lusin istri bukanlah hal aneh. Masing-masing istri bertempat di bagian yang berbeda di ruangan besar, dan tidur tak berbatas dengan yang lainnya, tidak dipisahkan oleh partisi atau berbeda bagian.  Suami menjatah masing-masing kepada istri-istri beberapa perapian dan peralatan memasak, dimana mereka membenahi masing-masing persediaan makanan secara terpisah, dan meladeni suami bergiliran. 

Bagaimana mungkin keadaan berumahtangga dan batasan imajinasi yang sangat tipis untuk bisa diterima akal tentang nafsu cinta yang membara dan tak terkendali, dan kecemburuan dipastikan terjadi pada bentuk selir-selir ketimuran ini? Atau haruskah adat diijinkan untuk mengatasi semua pengaruh lainnya, baik secara moral maupun fisik? Dengan kata lain mereka sedikit berbeda adatnya dalam hal perkawinan dibanding dengan daerah-daerah lain di pulau itu (Pulau Sumatera). 

Orangtua wanita biasanya menerima mahar yang mahal (dalam bentuk sejumlah kerbau atau sejumlah kuda) dari orang yang meminangnya; yang harus dikembalikan apabila terjadi perceraian karena disebabkan oleh pihak laki-laki. Perempuan sebagaimana lazimnya selalu melihat yang orangtuanya kaya. 

Kedudukan wanita kelihatannya tidak lebih daripada sebagai budak. Suami memiliki kekuasaan memanfaatkan istri-istri dan anak-anaknya. Mereka juga, selain bekerja untuk rumahtangga, juga bekerja di sawah. Hal ini sama terjadi juga di daerah lain di pulau itu; kecuali di kawasan tengah, negerinya lebih tertata, lebih banyak menggunakan bajak, menggaru, yang ditarik oleh kerbau. 

Laki-laki, apabila tidak sedang dalam perang sebagai kegiatan yang disenangi, lebih banyak berdiam diri, tidak memiliki kegiatan, menghabiskan hari-hari hanya bermain seruling, yang dihiasi dengan sejenis karangan bunga; diantaranya adalah jenis bunga amaranthus, yang memang banyak tumbuh sebagai tumbuhan asli.  

 

Wanita dan Anak Batak Jaman Dahulu Continue reading

Mampukah Batak Bertutursapa?

Posted in BATAK:, Mampukah Batak Bertutursapa? with tags , , , on October 5, 2010 by Maridup Hutauruk

Oleh: Maridup Hutauruk 

Budaya Bertutur 

Bahasa bertutursapa merupakan perangkat komunikasi untuk menyampaikan suatu maksud berdasarkan kaidah-kaidah sopan santun yang berlaku dalam sebuah komunitas. Adakalanya maksud yang akan disampaikan oleh seseorang kepada seseorang lainnya tidak menjadi komunikasi yang saling bersambut, hanya karena kesalahan penempatan bahasa bertutur sapa. Oleh karena itu, bahasa bertutur menjadi cerminan budaya sebuah komunitas untuk mengetahui tingkat pemahaman hubungan seseorang dengan orang lainnya. 

Dalam hal bertutursapa, maka di dunia ini, Batak adalah bangsa yang paling kaya akan sebutan untuk bertutursapa melalui predikat-predikat (senutan) yang melekat pada diri seseorang. Tak ada bangsa lain yang memiliki predikat untuk tutursapa seperti bangsa Batak. Bagi Bangsa Batak (Batak adalah bangsa, bukan suku) sebutan untuk bertutursapa adalah identitas diri dari seorang pribadi yang akan menentukan bagaimana pribadi itu harus bersikap terhadap pribadi lainnya, baik sebagai sikap dalam bertutur bahasa, maupun sikap dalam gerak tubuh dan mimik. 

Continue reading

Pustaha Batak (Poda-poda)

Posted in BATAK:, Pustaha Batak (Poda-poda) with tags , , , on August 12, 2010 by Maridup Hutauruk

Oleh Maridup Hutauruk

Apakah bangsa Batak purba memang bangsa yang primitif? Orang-orang Batak tidak perlu merasa berkecil hati apabila ada yang menciptakan stereotype negatif tentang keberadaan mereka dimasa lalu, karena kenyataannya mereka sendiri yang sudah terbelenggu kepada pencitraan itu dan kebanyakan diantaranya tak mampu lagi untuk mengatakan ‘ya’ atau ‘tidak’. Continue reading

Orang Batak Keturunan Alien?

Posted in BATAK:, Orang batak Keturunan Alien? with tags , , , , , on May 2, 2010 by Maridup Hutauruk

Oleh: Maridup Hutauruk

 

Tidakkah anda heran melihat eksistensi orang-orang Batak? Tentu jawabannya ada dua, bahwa ada yang heran dan adapula yang tak heran alias biasa-biasa saja. Kalau marga-marga Batak seluruhnya ada sekitar 400-an dan apabila setengahnya atau sekitar 200 marga eksis di ibukota negri ini, maka anda coba luangkan waktu untuk mengkalkulasi kira-kira berapa jumlah komunitas Batak ini di Ibukota Jakarta raya ini?

Continue reading

SAKTI MARGA

Posted in BATAK:, Sakti Marga with tags , , on April 2, 2010 by Maridup Hutauruk

Oleh: Maridup Hutauruk

Sakti Marga menceritakan tentang marga-marga Bangsa Batak, tentang terjadinya marga-marga, bagaimana sebenarnya penulisan marga yang benar. Artikel ini ditulis dalam format PDF yang berintikan:

  • Arti dari Marga
  • Esensi dari Marga
  • Marga Sebagai Identitas Kekuasaan
  • Asal-muasal Nama Marga
  • Marga dan Kemurnian Genaelogis
  • Penulisan Marga
  • Pemberian Marga (Mangain)

Selamat membaca dan klik disini >>>Sakti Marga

Ikan Batak

Posted in BATAK:, Ikan Batak with tags , , , , , on January 17, 2010 by Maridup Hutauruk

Oleh: Maridup Hutauruk

Nama Yang Dikomersilkan

Ikan Batak (Ikan Jurung) seberat 1,4 kg dijual Rp 170.000 di perbatasan Aceh-Sumut; sumber: hampala.multiply.com

Nama Ikan Batak belakangan ini sudah demikian pamor dikenal di berbagai daerah di Indonesia dan bahkan di Bogor sudah berhasil dibudidayakan dan menjadi komoditas ekslusif yang bernilai mahal, sementara di Tanah Batak tidak demikian perkembangannya. Jenis yang mana sebenarnya yang disebut Ikan Batak itu? Kalau ditanyakan pertanyaan ini kepada orang Batak mungkin saja jawabannya berbeda-beda karena orang Batak sendiri sudah banyak yang tidak tau dan bahkan tidak perduli dengan yang disebut Ikan Batak.

Kekurangtahuan itu ternyata mengakibatkan penamaan Ikan Batak secara umum di dunia ikan di Indonesia berbeda dengan Ikan Batak yang dimaksud oleh orang Batak kebanyakan. Dari kalangan yang banyak berkecimpung dibidang perikanan terutama ikan air tawar baik dari instansi pemerintahan maupun perorangan dalam bentuk upaya pembibitan dan pembesaran mengenal Ikan Batak adalah dari genus ‘Tor’, sementara orang Batak sendiri kebanyakan mengenal Ikan Batak yang disebut ‘ihan’ adalah dari genus Neolissochilus yang memang ikan endemik di Tanah Batak yang sudah terancam punah dan masuk dalam Red List Status di IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) dengan kode Ref.57073 sejak tahun 1996.

Continue reading

Manusia Batak Berasal Dari Monyet?

Posted in BATAK:, Manusia Batak Berasal Dari Monyet? with tags , , , , , , , , , , , , , , on October 13, 2009 by Maridup Hutauruk

Oleh: Maridup Hutauruk

Tidak banyak yang mengetahui bahwa teori asal manusia yang selama ini diyakini berasal dari Afrika sudah semakin ditinggalkan. Adapula yang mengatakan bahwa Asal-muasal manusia bukan hanya dari satu kawasan tetapi secara hampir bersamaan berawal dari beberapa kawasan. Pendapat yang lebih maju mengatakan bahwa manusia berasal dari kawasan Asia atau tepatnya Asia Tenggara. Tentu semua pernyataan ini didasari atas berbagai penelitian yang berbasis kepada berbagai ilmu pengetahuan yang mendukung pernyataan-pernyataan tersebut. Continue reading

KBBD – Kesatuan Bangso Batak Se-Dunia

Posted in BATAK:, Kesatuan Bangso Batak Se-Dunia (KBBD) with tags , on September 1, 2009 by Maridup Hutauruk

Kesatuan Bangso Batak Se-Dunia (KBBD)

Sekretariat: Jl. Bahagia, Gg. Pelita No. 32, Pasar-1, Padang Bulan – Medan. (Kampus Akademi Kebidanan Senior). 

Ketua Tim Pemrakarsa: Prof. Drs. D.J. Siahaan S.

Sekretaris: Alisman Silaban

Pemrakarsa: Taulim Pulimar Matondang, Prof. Drs. D. Janter Siahaan SH, DR. Drs. Djasmen Maruli Tua Sinaga, Ramot Matondang, Alisman Silaban, Temba Simamora, Joni Purba SH, P.M. Sidauruk dan Hendrik Situngkir ST. 

Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.