O2-PEMBAGIAN TANAH BATAK

Buku History of Sumatra karangan William Marsden yang diterbitkan pada tahun 1811 sebenarnya sudah ada yang diterjemahkan oleh Remaja Rosdakarya di tahun 1999 dan oleh Komunitas Bambu pada tahun 2008. 

Apabila anda belum memiliki buku-buku tersebut, maka Batakone mencoba untuk menerbitkan beberapa posting berserial khususnya untuk Bab-20 tentang Batak. Postingan ini tidak diambil dari dua buku terjemahan yang disebutkan di atas tetapi langsung dari teks bahasa Inggris koleksi Universitas Michigan yang dicetak oleh pengarang J. McCreery, dan diterjemahkan secara bebas. Apabila ada interpretasi yang berbeda dengan buku terjemahannya harap dimaklumi.

O2-PEMBAGIAN TANAH BATAK 

Teritorial Batta country – Tano Batak (menurut informasi yang diperoleh dari Penduduk Inggris) terbagi dalam distrik utama sebagai berikut; Angkola, Padambola, Mandiling, Toba, Selindong, dan Singkel, dimana Angkola mempunyai 5 sub-suku, Mandailing menpunyai 3 sub-suku, Toba mempunyai 5 sub-suku. Berdasarkan catatan Belanda yang dipublikasikan dalam Transaksi Masyarakat Batavia, yang terperinci, Batak dibagi dalam tiga kerajaan. Satu diantaranya bernama Simamora yang berada di pedalaman dan terdiri dari sejumlah perkampungan, diantaranya bernama Batong, Ria, Allas, Batadera, Kapkap (daerah penghasil kemenyan), Batahol, Kotta Tinggi (tempat rumah tinggal raja), dengan dua kawasan terletak di pantai timur yang disebut Suitara-male dan Jambu-ayer. Disebutkan bahwa kerajaan ini menghasilkan banyak emas dari pertambangan di Batong dan Sunayang. Bata-salindong juga terdiri dari banyak distrik, beberapa diantaranya penghasil kemenyan dan distrik lainnya penghasil mas-murni. Tempat tinggal raja adalah di Salindong. Bata-gopit terletak dikaki gunung aktif, yang pernah meletus, dari situlah penduduk mengambil belerang, untuk kemudian diproduksi menjadi mesiu senjata (gunpowder). Kerajaan kecil yang disebut Butar terletak di arah timurlaut sampai kearah pantai timur, dimana tempat tersebut dinamai Pulo Serony dan Batu Bara yang banyak menikmati perdagangan; juga Longtong dan Sirigar. yang berada di muara sungai yang besar bernama Assahan. Butar tidak menghasilkan kapurbarus, juga tidak menghasilkan kemenyan, dan juga tidak menghasilkan emas, dan penduduknya hidup dari pertanian. Rajanya bertempat tinggal di kota juga bernama sama, Butar

 

BANGUNAN KUNO 

Jauh ke pedalaman sungai di Batu Bara, yang ujungnya bermuara ke selat Malaka, ditemukan sebuah bangunan besar terbuat dari batubata, mengenai bangunannya sepertinya bukan tradisinya dibangun oleh penduduk setempat. Dijelaskan bahwa bentuknya segi-empat, atau beberapa bentuk segi empat, dan di satu sisinya terdapat pilar yang sangat tinggi, mungkin bagi mereka dirancang untuk menempatkan bendera. Bentuk-bentuk gambar atau reliefnya berbentuk gambar manusia yang dipahat di dinding temboknya, sepertinya mirip dewa-dewa bangsa Cina (mungkin juga Hindu). Batu batanya, yang dibawa ke Tappanuli berukuran lebih kecil dari yang umum digunakan di Inggris. 

 

SINGKEL (SINGKIL) 

Sungai Singkel, merupakan sungai terbesar di pantai barat pulau itu, yang berasal jauh dari pegunungan Daholi, di kawasan Achin, dan panjangnya sekitar 30 mil dari laut yang mengaliri airnya dari Sikere, di sebuah tempat bernama Pomoko, yang mengalir sepanjang Negri Batak. Sehabis persimpangan ini sungainya sangat lebar, dan cukup dalam untuk dialiri kapal untuk muatan berat, tetapi pangkalnya sangat dangkal dan berbahaya, dalamnya tak lebih dari 6 kaki (1,8 m) saja pada saat surut, dan kalau sedang pasang akan naik 6 kaki (1,8 m) juga. Lebarnya pada daerah ini sekitar ¾ mil. Pada dataran rendal daerah ini banyak yang tergenang air sewaktu musim hujan, tetapi ada dua daerah yang disebutkan oleh Kapten Forrest tidak tergenang air yaitu bernama Rambong dan Jambong, di dekat muaranya. Kota utama terletak sekitar 40 mil ke hulu sungai di pencabangan sebelah utara. Di sebelah selatan ada sebuah kota bernama Kiking, dimana ramai perdagangan dilakukan oleh orang Malays (orang Melayu) dan Achinese (orang Aceh) di daerah yang dulunya gunung Samponan atau gunung Papa menghasilkan banyak kemenyan daripada di Daholi. Disebutkan dalam sebuah catatan Belanda bahwa selama 3 hari pelayaran lebih kehulu Singkil maka anda akan menemukan danau yang sangat besar, yang luasannya belum diketahui. 

Barus, tempat berikutnya yang berada dibagian selatan, sudah sangat terkenal di negri timur yang disebut kapur-barus atau kamfer, bahkan yang diimport dari Jepang atau Cina disebut juga namanya kapur-barus. Inilah kawasan paling terpencil dimana Belanda sudah lama membangun pabriknya sebelum kemudian meninggalkannya. Mirip seperti pemerintahan Melayu yang diperintah oleh seorang raja, seorang bandhara, dan delapan orang pangulus, dan dengan kekhususan ini, bahwa raja-raja dan para bendahara dapat silih berganti harus dari kalangan keluarga utama yang disebut Dulu dan D’illir. Daerah kekuasaan dulunya dikatakan sampai ke Natal. Kotanya bertempat kira-kira 1 league (3 mil) dari tepi pantai dan 2 league (6 mil) ke daratan terdapat 8 perkampungan yang semuanya dihuni oleh orang Batak, sebagai penduduk yang membeli kapur barus dan kemenyan dari orang-orang di pegunungan Diri, yang memanjang dari Singkil di selatan sampai dataran tinggi Lasa, di dekat Barus, dimana daerah ini sudah ada di distrik Toba

 

TAPPANULI (TAPANULI) 

Teluk Tappanuli yang ramai membentang ke pusat Tanah Batak, dan pantainya dimana-mana telah dihuni oleh manusia, berdagang barter untuk setiap keperluannya dari luar, tetapi mereka tidak melakukan sendiri pelayarannya ke laut. Kawasan yang dapat dilayari ini merupakan kekayaan alam teluk yang sangat menguntungkan dibanding kawasan lain di seantero bumi, sehingga semua pelaut dari seluruh dunia dapat mengunjunginya  dengan sangat aman disetiap musim, bahwa cukup sulit untuk melepas jangkar karena ramainya sehingga kapal-kapal besarpun tersembunyi dan sulit terlihat dan sulit dicari bila tidak dengan cermat melihatnya. Di pulau Punchong kechil, dimana kami tinggal, menjadi memudahkan untuk menambat kapal pada pohon yang tumbuh di pantai. Balok kayu untuk tiang kapal dan balok layar dapat dibeli di banyak tempat di pinggiran pantai dengan fasilitas yang sangat baik. Keadaannya kurang menyenangkan dalam hal jalur umum untuk hubungan perkapalan timbal balik, dan jaraknya yang jauh dari basis utama kita di India sebagai pertimbangannya, masih belum banyak dimanfaatkan untuk angkatan laut besar; tetapi pada saat yang bersamaan pemerintahan kita harus berhatihati terhadap bahaya yang mungkin muncul dari kekuatan angkatan laut lain yang akan tersinggung bila menguasai kawasan ini. Pribumi umumnya tidak bersifat menyerang, dan hanya memberikan sedikit gangguan terhadap pendudukan kita; tetapi kelompok pedagang orang Aceh (tanpa persetujuan atau pemberitahuan, karena ada alasan yang dapat diyakini, akan muncul dari pemerintahan mereka), cemburu atas penguasaan dagang kita, mereka akan melakukan perjuangan yang panjang untuk mengusir kita dari teluk itu dengan pemaksaan bersenjata, dan kita ada dalam keadaan siap dengan senjata perang yang baik yang cukup untuk tahunan demi mengamankan penguasaan secara perlahan dan halus. Di tahun 1760 Tappanuli dikuasai oleh skwadron kapal Prancis dibawah perintah Comte d’Esting; dan di bulan Okrober 1809, menjadi hampir tanpa pertahanan, namun kemudian dikuasai oleh Creole French Frigate, oleh Kapten Ripaud, yang kemudian bergabung dengan kapal perang Venus dan kapal perang La Manche, dibawah komando Commodore Hemelin. Dengan syarat-syarat untuk menyerah, harta pribadi harus diamankan, tetapi dalam beberapa hari, setelah jaminan yang sangat bersahabat diberikan kepada residen yang sedang menjabat, ditempat mana tentara Prancis juga tinggal, kesepakatan ini dilanggar paksa atas kepura-puraan sakit sehingga sejumlah emas telah disembunyikan, dan semua yang dimiliki oleh orang-orang Inggris, termasuk milik pribumi yang menjadi sahabat, dirampas dan dibakar, secara kejam dalam kebrutalan yang biadab. Rumah taman milik pimpinan (Mr. Prince, yang pernah menjabat Tappanuli) di Batu-buru seluruhnya dibakar, termasuk kuda-kudanya, dan ternaknya ditembak dan dicederai. Bahkan buku catatan, berisi catatan-catatan hutang dalam perdagangan di tempat itu, termasuk perjanjian, dihancurkan sehingga samasekali tak terpakai lagi tetapi musuh menjadi tidak mendapat keuntungan dari catatan itu, tetap terjaga oleh para penderita yang malang. Tidak dapat dibayangkan bahwa pemerintahan dari sebuah kerajaan yang besar dan agung memberikan hukumannya dengan cara tak terhormat dalam sebuah perang. 

Di dalam Perjanjian Taktertulis (Philosophical Transaction) selama tahun 1778 adalah sejarah singkat bagi Tanah Batak dan perilaku penduduknya, dikemukakan dari surat pribadi Mr. Charles Miller, seorang ahli tumbuh-tumbuhan Perusahaan, dimana pengamatannya yang saya miliki telah mengulangi kejadian untuk dikenang. Saya sekarang ini harus mengatakannya kepada pembaca pokok-pokok dari sebuah laporan yang dibuat olehnya dalam sebuah perjalanan yang dilakukan bersama-sama Mr. Giles Holloway, yang kemudian menjadi Residen Tappanuli, sampai ke pedalaman Tanah Batak yanag sedang kita bicarakan ini, dengan sebuah pandangan untuk mendalami hasilnya, khususnya kayu-manis (cassia), yang pada saat itu dianggap un tuk membuktikan bahan perdagangan yang layak untuk diberi perhatian. 

Beberapa nama tempat yang tertulis dalam buku ini sudah berbeda penamaannya pada saat sekarang ini, dan sebagian nama-nama tersebut masih belum diketahui penamaannya sekarang ini. Apabila saudara pengunjung yang budiman ada mengetahui nama-nama kuno tersebut untuk sudi menanggapinya agar diketahui umum. 

Index:

  1. Achin = sebutan untuk Aceh sekarang.
  2. Allas = Alas, adalah daerah perkampungan masuk wilayah Tanah Batak yang terdapat di Aceh Tenggara. Penduduknya disebut Batak Alas sebagai salah satu sub-Bangsa Batak
  3. Angkola = Angkola, pembagian sub Bangsa Batak menurut Inggris, salah satu kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Penduduknya disebut Batak Angkola sebagai salah satu sub Bangsa Batak.
  4. Assahan = nama sebuah sungai besar Sungai Asahan yang berasal dari Pusat Tanah Batak sebagai aliran Danau Toba.
  5. Bandhara = wakil raja dari suatu klan marga utama
  6. Barus = Barus, sebuah kota perdagangan yang sangat terkenal, diperintah oleh raja, bandhara, pangulu dari klan marga di Dulu dan D’illir secara bergantian.
  7. Batadera = nama daerah perkampungan di Tanah Batak dahulu?
  8. Bata-gopit = Batu Gopit, satu (daerah dikaki gunung Dolok Martimbang dekat Kota Tarutung dimana aliran aek sigeaon Tarutung mengalir. Batu Gopit dulunya sebagai sumber belerang yang dugunakan untuk rabuk senjata.
  9. Batahol = nama daerah?
  10. Batta country = Tanah Batak yang diuraikan dalam buku ini persisnya adalah Sumatra Utara sekarang.
  11. Batong = nama sebuah daerah yang banyak menghasilkan emas di Tanah Batak, mungkin yang dimaksud adalah Batang Toru?
  12. Batu Bara = nama sebuah derah di daerah pantai timur dekat Butar. Mungkin dikuasai oleh marga Batubara salah satu marga Batak.?
  13. Batu-buru = maksudnya Batu Bara
  14. Butar = nama sebuah kerajaan kecil di Tanah Batak terletak di daerah Timurlaut?
  15. Cassia = nama umum untuk pohon Kayu Manis atau Kulit Manis.
  16. Comte d’Esting= Seorang komando armada kapal perang Prancis.
  17. Creole French Frigate = nama kapal perang Prancis yang memasuki Tanah Batak.
  18. Daholi = nama sebuah daerah pegunungan dekat Aceh, jauhnya sekitar 30 mil dari pantai?
  19. Diri = nama daerah, sekarang disebut Dairi menjadi sebuah kabupaten pecahan Kabupaten Tapanuli Utara
  20. Dulu = disebutkan untuk istilah komunitas penduduk Batak yang berada di daerah hulu (Pedalaman)
  21. D’illir = disebutkan untuk istilah komunitas penduduk Batak yang berada di daerah hilir dataran rendah biasanya kawasan di muara sungai.
  22. Jambu-ayer = nama sebuah daerah?
  23. Jambong = nama sebuah daerah di dataran rendah di muara pencabangan sungai Singkil yang tidak tergenang air bila air pasang naik?
  24. Kapkap = nama perkampungan di Tanah Batak sekarang disebut Pakpak (Kabupaten Pakpak Bharat sekarang). Penduduknya adalah Batak Pakpak sebagai salah satu sub-Bangsa Batak.
  25. Kapur-barus = komoditi yang termahal pada masa lampau dan hanya dapat di Tanah Batak, nama lain adalah kamfer (Camphor)
  26. Kotta Tinggi = Huta Tinggi, disebutkan tempat tinggal raja, mungkin yang dimaksud adalah Huta Tingga yang ada di Sipoholon-Tapanuli Utara, atau boleh jadi salah satu desa terletak di Kec. Laguboti Kabupaten Tobasa.
  27. Kiking = nama sebuah kota berjarak sekitar 40 mil dari pencabangan sungai Singkil dimana orang Melayu dan Aceh banyak melakukan perdagangan?
  28. La Manche = nama sebuah kapal perang yang memasuki Tanah Batak.
  29. Lasa = daerah dataran tinggi di kawasan Dairi dekat Barus penghasil kemenyan?
  30. Longtong =  Lontung sebuah kawasan disekitar sungai Asahan, mungkin dikuasai oleh salah satu klan marga keturunan Lontung. Lontung adalah klan marga-marga keturunan Lontung.
  31. Mandiling = Mandailing, pembagian sub Bangsa Batak menurut Inggris, nama sebuak kabupaten yang bersatu dengan Natal sehingga disebut Kabupaten Madina. Penduduknya disebut Batak Mandailing sebagai salah satu sub Bangsa Batak.
  32. Mr. Charles Miller = seorang ahli botani yang diutus perusahaan untuk meneliti tumbuh-tumbuhan di Tanah Batak, menjadi residen Tapanuli.
  33. Mr. Giles Holloway = teman peneliti Mr. Charles Miller.
  34. Mr. Prince = Seorang yang pernah bertugas memimpin Tapanuli.
  35. Natal = nama daerah, sekarang Natal masuk dalam satu kabupaten yang bergabung dengan Mandailing yang disebut Kabupaten Madina.
  36. Padambola = Padang Bolak, pembagian sub Bangsa Batak menurut Inggris, sebuah kecamatan di Kabupaten Padang Lawas sekarang.
  37. Pangulus = pemimpin wilayah (salah satu dari 8 penjuru mata angina) yang mewakili raja.
  38. Papa = nama sebuah daerah pegunungan yang menghasilkan kemenyan?
  39. Philosophical Transaction = Perjanjian tak tertulis.
  40. Pomoko = nama daerah sebagai asal air sungai Singkil.
  41. Pulo Serony = nama daerah pantai timur dekat dengan Butar?
  42. Punchong kechil = nama sebuah pulau tempat bermukim orang Inggris dekat Pelabuhan Barus?
  43. Raja = seorang pimpinan wilayah berdasarkan kekuasaan klan atau marga utama di suatu wilayah.
  44. Rambong = nama sebuah daerah di dataran rendah di muara pencabangan sungai Singkil yang tidak tergenang air bila air pasang naik?
  45. Ria = nama daerah perkampungan di Tanah Batak, mungkin sekarang yang terdapat di Kec. Sipoholon, tempat pemandian airpanas?
  46. Samponan = nama sebuah daerah pegunungan yang menghasilkan kemenyan?
  47. Selindong = Silindung, pembagian sub Bangsa Batak menurut Inggris, sebuah kawasan yang terdapat di Kabupaten Tapanuli Utara sekarang dimana Kota Tarutung berada. Batak Silindung di jaman dulu mengakui sebagai Batak Toba salah satu sub Bangsa Batak.
  48. Sikere = nama sebuah sungai yang menjadi terusan sungai Singkil?
  49. Simamora = Diasumsikan adalah seorang raja bermarga Simamora.
  50. Singkel = Singkil, pembagian sub Bangsa Batak menurut Inggris, sebuah daerah yang menjadi Kabupaten Aceh Singkil sekarang. Dahulu termasuk wilayah Tanah Batak semasa perdagangan di Barus sangat ramai. Penduduknya disebut Batak Singkil sebagai bagian sub Bangsa Batak. Singkil juga dikenal sebagai nama sungai besar yangdulunya dapat dilayari kapal terdapat di Singkil
  51. Sirigar = Siregar sebuah kawasan disekitar sungai Asahan, mungkin dikuasai oleh salah satu klan marga keturunan Siregar?
  52. Suitara-male = nama sebuah daerah?
  53. Sunayang = nama sebuah daerah yang banyak menghasilkan emas di Tanah Batak?
  54. Toba = Toba, pembagian sub Bangsa Batak menurut Inggris, nama sebuah kabupaten yaitu Kabupaten Tobasa dan Kabupaten Samosir sekarang. Penduduknya disebut Batak Toba sebagai salah satu sub Bangsa Batak.
  55. Venus = nama sebuah kapal perang Prancis yang menguasai Tanah Batak. 

Bagi sahabat pengunjung yang mengetahui nama-nama lama dalam index yang sudah berubah dan dikenal sekaran ini, diharapkan memberi informasi agar semua kalangan mengetahui penggal-penggal sejarah Bangsa Batak. Thanks !

Sebelumnya<<<Batak Menurut William Marsden>>>Selanjutnya

Back home again

5 Responses to “O2-PEMBAGIAN TANAH BATAK”

  1. Batu Bara = nama sebuah derah di daerah pantai timur dekat Butar. Mungkin dikuasai oleh marga Batubara salah satu marga Batak.?

  2. Batu Bara = nama sebuah derah di daerah pantai timur dekat Butar. Mungkin dikuasai oleh marga Batubara salah satu marga Batak.? Tetapi Batu bara sebuah wilayah Kedatukan melayu Siak.. yang di hulu sungai batu Bara di huni oleh masyarakat Simalungun

  3. Batu Bara = nama sebuah derah di daerah pantai timur dekat Butar. Mungkin dikuasai oleh marga Batubara salah satu marga Batak.? tetapi Batu bara sebuah wilayah kedatuan .. yang di hulunya di huni oleh masyarakat Simalungun

  4. alamsyah Says:

    Batu Bara = nama sebuah derah di daerah pantai timur dekat Butar. Mungkin dikuasai oleh marga Batubara salah satu marga Batak.?.. tetapi Batubara sebuah kedatuan di pesisir timur dan di hulunya di huni oleh suku Simalungun

  5. alamsyah Says:

    Kampung Butar .. bukan arah siborong borong .. kampong Butar ini juga bnk di sebut dalam misi Nomensen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: