Gerakan Batak Bersatu (GBB)

Jakarta (SIB)

Gerakan Batak Bersatu dideklarasikan di Jakarta untuk mendukung Propinsi Tapanuli. Ditandai dengan pembacaan ikrar bersama dari perwakilan 6 (enam) sub etnis (puak) yang ada di daerah Sumut, Gerakan Batak Bersatu (GBB) Sabtu malam 21 Maret 2009, dideklarasikan di Hotel Sahid, Jakarta. Keenam sub etnis itu adalah, Batak Mandailing,  Batak Angkola, Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Karo, Batak Pakpak Dairi. 

Susunan pengurus carataker GBB adalah sebagai berikut:

Penasehat:

  1. Mayjen (Purn ) Monang Siburian,
  2. Irjen Pol ( Purn) Soaloon Simatupang, MSc,
  3. Brigjen ( Purn) Raja Manthan Purba,
  4. Capt. Parlin Siahaan,
  5. Capt. DR Anthon Sihombing, MM.

Ketua Umum:

  1. Drs Lesman Sihombing, MM. 

Sekretaris Jendral:

  1. Rustam Efendi Sihotang. 

Bendahara Umum:

  1. Sendi Agung Sebayang.

Ketua-Ketua Bidang : 

Bidang Sekretariat:

  1. Hermanto Manullang,
  2. Wilson Simajuntak,
  3. Jhon Sebayang. 

Bidang Budaya:

  1. Baron Nasution,
  2. Tomson Aritonang. 

Bidang Ekonomi:

  1. B.Parlin Lumbangaol,
  2. Edward Batubara. 

Bidang Lingkungan:

  1. Herbinto Manullang,
  2. Palti Hutapea. 

Bidang Tenaga Kerja:

  1. Capt. Silvester Hutauruk,
  2. Edison Hutasoit, Ramli Sinaga,
  3. Alfonso Sihombing. 

Bidang Garda Pemuda:

  1. Jacob Romsoyo Sinaga,
  2. Yoppie Halim,
  3. Anton Sihite,
  4. Natal Siregar. 

Bidang Sosial:

  1. Edison Hutasoit,
  2. T.Daniel Sihite. 

Bidang Pendidikan:

  1. Awal Lingga 

Bidang Hubungan Masyarakat:

  1. Irianto Ginting,
  2. Mampe Tambunan. 

Bidang Keseharan:

  1. Rondang Parulian. 

Bidang Acara (Event Organizer):

  1. Jatimoer Jack Damanik.

Acara deklarasi tersebut berlangsung sederhana, dihadiri sekitar 500 orang meliputi tokoh dan generasi muda masyarakat asal Sumut yang berdomisili di ibukota Jakarta dan sekitarnya. Thomson Aritonang, mewakili panitia deklarasi mengemukakan, banyak tokoh dan politisi yang berhalangan hadir karena banyak yang berangkat ke daerah, terkait dengan kampanye Pemilu legislatif
Ketika pembacaan ikrar bersama, yang isi pokoknya bertekad menyatukan semangat dan potensi untuk membangun daerah Sumut khususnya dan Indonesia pada umumnya, Batak Toba diwakili TP Hutasoit, Batak Mandaling (Syamsul Anwar Harahap), Batak Karo (Irianto Ginting), Batak Simalungun (Brigjen Purnawirawan Raja Manthan Purba), Batak Pakpak-Dairi (Awal Lingga), Batak Angkola (Edward Batubara).

Para wakil sub-Batak tersebut sepakat membangun sinergi dan siap duduk bersama untuk membicarakan berbagai hal menyangkut kepentingan masyarakat, bangsa dan negara ke depan. Tentunya, lebih mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat daripada kepentingan pribadi dan kelompok.

Ketua Umum caretaker GBB Drs Lesman Sihombing, MM menyatakan, sebagai organisasi kesukuan, GBB dibentuk bukan berorientasi primordial dan tidak ada hubungannya dengan politik. GBB didirikan hanya untuk mempersatukan seluruh komunitas Batak yang meliputi berbagai sub-Batak dengan mengenyampingkan perbedaan agama, keyakinan dan aliran kepercayaan.

“Siapapun tidak bisa memungkiri bahwa Orang Batak dilahirkan sebagai Orang Batak, tidak diberikan peluang memilih sebagai orang Amerika, Afrika, China atau yang lainnya. Tetapi, agama bisa jadi pilihan, sesuai dengan keinginan dan keyakinan yang bersangkutan,” ujar Lesman Sihombing.

Sesungguhnya, tambahnya, GBB muncul tidak terkait dengan Pemilu Legislatif tanggal 9 April, Pemilu Presiden/Wakil Presiden (bulan July) dan insiden unjuk rasa di gedung DPRD Sumut awal Februari lalu yang berbuntut meninggalnya Ketua DPRDSU Abdul Azis Angkat. Sebab, GBB sudah digagas beberapa bulan sebelum terjadinya insiden di gedung DPRDSU. Jadi, kebetulan saja, waktu pendeklarasian dekat dengan insiden di Medan dan juga tidak berapa jauh dengan pelaksanaan pesta demokrasi, Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden/Wakil Presiden.

“Kita merasa prihatin dan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ketua DPRDSU Abdul Azis Angkat, dan dilain pihak GBB juga mendukung penuh terbentuknya Propinsi Tapanuli karena hal itu merupakan aspirasi masyarakat yang datang dari bawah,” ujarnya tanpa tedeng aling-aling.
Menurut Sihombing, GBB lahir khususnya untuk membangun citra orang Batak yang belakangan semakin mengerdil, terutama dalam peran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Padahal sejarah mencatat, sejak pra hingga pasca kemerdekaan orang Batak selalu banyak terlibat untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari Sabang sampai Merauke. “Kejayaan itulah, yang ingin kita hidupkan kembali,” ucap Lesman sembari menyebutkan, selain orang Batak perlu instorpeksi diri secara internal, kita juga berharap agar talenta dan kemampuan orang Batak selayaknya didayagunakan untuk membangun negeri ini dalam berbagai aspek kehidupan, karena orang Batak punya kemampuan untuk itu. Apalagi, kondisi ekonomi kebanyakan masyarakat Indonesia dewasa ini masih sangat memprihatinkan. “Keadaan inilah yang membuat kita merasa terpanggil,” tukasnya seraya berharap agar masyarakat Batak menyatukan visi dan misi dan bersatu padu untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara. Budaya luhur yang dimiliki masyarakat Batak sangat tinggi nilainya dan bisa dijadikan sebagai penopang kemajuan bangsa. Karena itulah, orang Batak tidak pernah berpikiran sempit dan selalu setia untuk memelihara tetap kokoh dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Perlu ditambahkan, suasana pendeklarasian GBB Sabtu malam lalu, walaupun sederhana, namun penuh semangat dan keakraban. Selain pembawa acara Richard Damanik berhasil “menghidupkkan” suasana, penampilan penyanyi Stack brothers (Simanjuntak Bersaudara) juga sukses membawakan beberapa buah lagu. Suasana semakin meriah, ketika beberapa pengurus dan pengunjung tampil bernyanyi di panggung, antara lain: Jacob Romsoyo Sinaga, Syamsul Anwar Harahap, Alfonso Sihombing, Irianto Ginting, Brigjen (Purn) Raja Manthan Purba, Awal Lingga dan lain sebagainya.

Sumber : Harian SIB

Back home again

11 Responses to “Gerakan Batak Bersatu (GBB)”

  1. moneristo Says:

    Saya setuju saja,namun yang paling substasial adalah ” Asa manghuling mudar ni habatakhon i” .Mari kita dalami dan amalkan dulu sampai betul betul terasa.Jangan ada lagi jeruk makan jeruk.

  2. JACK NAMORAMBE Says:

    prov tao toba pun nantinya harus mendukung prov nias,pakpak,karo gugung dan karo pesisir,simalungun dll…..jadi semua merasakan mamfaatnya,lihatlah sumut dukuasai oleh pendatang karna berjuta2 trans di buka demi mem minoritaskan batak

    • Tranmigrans datang ke sumatera utara berawal dari buruh perkebunan danj beranak pinak sambapai sekarang sebagaimana suku abtak datang ke pulau jawa tdk berarti meminoritaskan suku Sunda. Pikiran negatif hendaknya ditinggalkan jauh2, atau sekalian anda memisahkan diri bila tdk mengakui kebhinekaan berbagi suku bangsa di Indonesia. Keluarga kami banyak yg menikah dgn berbagai suku (batak dsb)dan tdkm ada masalah apalagi kecurigaan yg berlebihan spt saudara…!..?

      • Jangan sewot dulu Bung Iwan RH. Mungkin Bung hanya baca judul saja dan belum baca isinya? Sedang ada apa di benak anda Bung Iwan?

        Tanah Batak terjajah oleh penjajah tentatifnya sekitar tahun 1840, jadi hanya sekitar 105 tahunan saja, bukan 350 tahunan seperti dalam sejarah penjajahan di Indonesia! Tetepi ironisnya, sejak Merdeka tahun 1945, sejalan terbentuknya Propinsi Awal di Tanah Batak 1945 maka Tanah Batak itu sampai sekarang tetep sebagai wilayah PETA KEMISKINAN. Why?

        Coba sekali lagi diselaraskan pikiran Bung Iwan dengan apa yang ada pada ‘sinopsis’ dibawah judul postingan ini.

        Thanks, Bung Iwan sudah berkunjung. Peace..

  3. JACK NAMORAMBE Says:

    ass.wt.wb.syaloom salam sejahtra buat kita…..

    menurut saya sebaiknya provinsi tapanuli di ganti saja provinsi TAO TOBA
    ,jadi semua etnis batak yg mengelilingin danau toba merasa memiliki,karna tapanuli lebih condong kepada 1 kaum yaitu toba,
    kepada ketua GBB[gerakan batak bersatu] bagaimana kalau prov TAO TOBA ini wilayahnya mencakup semua wilayah danau toba sebagai perwujutan semua etnis batak tersebut.jadi semua etnis batak karo-pakpak-simalungun-angkola-mandailing-toba ada dalam wilayah prov.tao toba dan kita juga harus jujur dalam pemerintahannya harus ada tiap2 etnis batak tersebut.
    dan prov tao toba ini juga harus sebagai tameng terhadap wilayah batak yg terrenggut seperti batak pakpak yg wilayahnya masuk kewilayah aceh tenggara separuh,tanah karo yg luas dan di kaburkan oleh pusat identitasnya seperti medan milik melayu padahal medan milik karo.
    jadi prov tao toba inilah yg menjaga adat semua suku dan budayanya,dan menjadikan danau toba sebagai danau ulayat yg harus di jaga serta pegunungan yg mengelilingin danau toba menjadi tanah ulayat tuk menjadikn danau terjaga kelstariannya…………
    dan di buat sebuah kota masa depan yg indah dan rapi,jalur 2 ,kreta api dll…kelak menjdi ibukota etnis batak yg asri nan elok.
    trimakasih!!!

  4. wah… boleh gak salam saya disampaikan kepada pembawa acaranya Bapak Richard Damanik…🙂 sebab namanya sama persis dengan bapak saya dirumah….🙂🙂 dari Ernida G. Damanik..di Pematang siantar…:) Horassss

  5. horas..perkenalkan saya S.Freddy tampubolon tinggal di pekan baru RIAU, saya senang tau jika ada GBB ini. yang ingin saya tanyakan apakah GBB ini berupa LSM atau ormas..dan bagaimana perkembangannya saat ini serta apakah di Riau khususnya PEKAN BARU sudah ada sekretariat ataupun DPD/DPWnya…?.
    Saat ini saya sedang menggagas suatu LSM/ORMAS untuk kita masyarakat batak yang ada di perantauan dan saya ingin LSM berkembang secara nasional maupun internationa dan DPPnya di jakarta..untuk itu saya mohon tanggapan dari kita masyarakat batak yang ada di pernatauan terlebih yang berada di jakarta.

    Salam,
    S.Freddy Tampubolon
    HP:081371880877

  6. Manaek hutabarat SE,S.Kom,M.Si Says:

    Sitan, ini soal peradaban….batak sdh punya kelender sendiri, aksara, bahasa dan budayanya tinggi..kalo soal kanibal SUMANTO itu marga apa,yaaa???? batak mana dia?

  7. Wah masa hidup lagi ini bangsa manusia kanibal!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: