Rih Si Ilalang

Ilalang teroris tanaman menjadi obat

Ilalang teroris tanaman menjadi obat

Ilalang atau alangalang bagi orang Batak disebut ‘rih’ (imperata cylindrica L.) merupakan jenis tumbuhan rumputan atau semak yang sangat bandel, terbukti rih dapat tumbuh pada ketinggian 1 m dpl (diatas permukaan laut) sampai ke 2.700 m dpl. Di Tanah Batak yang penduduknya bermukim pada ketinggian antara 400 – 1500 m dpl sangat banyak dijumpai rih dan menjadi musuh utama para petani di ladang. 

Kehidupan tumbuhan ini memang mirip seperti kehidupan teroris yang dapat dengan cepat menghancurkan kehidupan tanaman lainnya. Apabila seorang petani yang membiarkan ladangnya terbengkalai, dan bila ada satu saja bibit rih tumbuh disitu maka tidak berapa lama penyebarannya akan merusak semua tanaman yang ada. 

Satu rumpun rih akan memiliki akar yang menyebar kemana-mana dibawah tanah. Akarnya berbukubuku mirip ruas-ruas tebu dan berwana cerah. Akar ini terasa manis menyegarkan dan sebenarnya dapat juga menjadi pelepas dahaga bagi peladang yang sedang mencangkul tanah ladangnya. Akar ini merambat kuat dibawah tanah sehingga apabila ditarik cukup kuat dan memang mengeluarkan tenaga. Pada ujung akar yang belum menyembul ke permukaan tanah berbentuk runcing yang sangat tajam. Kalau tidak hati-hati maka tangan dapat tertusuk dalam dan menyakitkan. Akar ini dapat pula menyerang akar-akar atau batang tanaman lainnya bagaikan tombak yang menghujam tubuh, sangat kejam. Tak jarang umbi singkong yang terserang akar rih menembus dan merusak. Memang rih ini sungguh kejam untuk membunuh tanaman lainnya bagaikan teroris dibawah tanah. 

Disamping sifatnya seperti teroris, tetapi rih masih dapat dimanfaatkan oleh manusia. Peternak kerbau atau sapi dapat memanfaatkan rih yang masih muda yang baru tumbuh sebagai pakan ternak yang digemari. Tak jarang peternak lepas memanfaatkan padang ilalang (luat rih) dengan membakarnya agar tumbuh tunas baru sebagai pakan ternak tetapi terkadang tidak disadari dapat mengakibatkan terbakarnya lahan yang luar dan pohon-pohon lainnya menjadi punah. Apabila hal itu yang terjadi maka tanduslah tanah itu, sementara rih menjadi meraja lela karena mereka dapat tumbuh subur di lahan kritis. 

Kalau ternak menyenangi daun mudanya, maka manusia cerdas dapat memanfaatkan akarnya untuk pengobatan berbagai penyakit, namun karena bencinya para petani terhadap perilaku rih maka mereka tidak memanfaatkan kejahatannya ini menjadi obat penyakitnya, bahkan mereka menggunakan jenis pembunuh rumput untuk memusnahkannya walaupun mereka tidak akan pernah mati karena setiap buku (ruas) dapat bertumbuh menjadi tumbuhan baru. 

Kalau teroris membunuh koruptor mungkin tidak banyak yang komplain akan tetapi sama seperti teroris bahwa akar rih tidak memandang bulu melainkan semuanya dia libas. Oleh karena itu mari kita basmi rih dengan mencabut akar-akarnya dan memanfaatkannya sebagai obat seperti berikut ini. 

Bahan aktif yang dapat dimanfaatkan dari rih adalah manitol, glukosa, sukrosa, malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrin, cylindol A, graminone B, imperanene, stigmasterol, campesterol, B-sitosterol, fernenol, simiarenol, anemonim, arborinone, arborinol, isoarborinol, asam kersik, damar, logam alkali, saponin, tanin, polifenol, sehingga rih memiliki efek farmakologis sebagai penurun panas, peluruh kencing (diuretik), menghentikan pendarahan (hemostatik), menghilangkan haus, dan sebagai meridian paru-paru, lambung, dan usus kecil. Dari mulai akar, daun muda, dan bunga dapat digunakan menjadi obat. 

Resep-resep Datu Bolon: 

  1. Hepatitis Akut Menular: 60 g akar rih kering direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas lalu diminum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas. Pengobatan dilakukan selama 10 hari.
  2. Radang Ginjal Akut: 120 g akar rih segar dipotongpotong dan direbus dengan 3 gelas air hingga menjadi 1 gelas dan diminum 2 x sehari masing-masing ½ gelas.
  3. Muntah Darah: 60 g akar rih segar direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas lalu diminum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas. Pengobatan dilakukan sampai sembuh.
  4. Kencing Berdarah: 100 g akar rih segar dipotongpotong dan direbus dengan 6 gelas air hingga menjadi 3 gelas dan diminum 3 x sehari masing-masing 1 gelas.
  5. Kencing Bernanah: 300 g akar rih segar dipotongpotong dan direbus dengan 8 gelas air hingga menjadi 5 gelas dan diminum 3 x sehari masing-masing 1½ gelas.
  6. Mimisan (hidung berdarah): Pengobatan dapat dilakukan dengan meminum air dari akar rih segar atau dengan merebus akar rih segar. Akar rih segar diperas sehingga mendapat airnya 1 gelas dan air saringannya diminum langsung 1 x sehari. Bila dengan perebusan 30 gr akar rih segar direbus denga  3 gelas air sampai menjadi 1 gelas dan diminum sekaligus.
  7. Peluruh Kencing:  Bila susah buang air kencing maka 10 g akar rih segar direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas dan diminum 1 gelas 1 x sehari.
  8. Rasa haus pada penderita campak: akar rih secukupnya direbus sampai mendidih dan diminum setelah dingin.
  9. Pendarahan Luka: Tunas muda dan bunga beserta tangkainya di giling halus lalu ditempelkan kepada yang luka atau disumbatkan pada hidung mimisan.

Secara umum akar rih dapat digunakan untuk berbagai penyakait seperti bengkak akibat radang ginjal akut, infeksi saluran kencing, susah buang kencing, pendarahan akibat kepanasan, mutah darah, batuk berdarah, kencing nanah, wasir, demam haus, batuk, flu, sesak nafas, tekanan darah tinggi, sakit kuning (jaundice). Sedang bunga dapat digunakan untuk obat luar.

Catatan: Bagi penderita dengan lambung lemah dan banyak mengeluarkan kencing dianjurkan tidak meminum resep-resep ini. Bila diminum akan menjadi kencing melulu, malu dong pakai pempers atau harus bawa urinoir kemana-mana.

Back home again

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: