Sanggesangge

 

Sereh (Cumbopogon nandus (L) Rendle)

Sanggesangge

Sanggesangge

adalah nama lain dari sereh atau orang Minang mengenalnya dengan nama sarai. Sanggesangge yang dikenal umum oleh  orang Batak terdiri dari dua jenis yaitu Sanggesangge [Cymbopogon nardus (L.) Rendle] atau sereh sebagai bumbu masak dan Sanggesangge Bau [Cymbopogon citratus (DC) Staof.] atau secara umum disebut Sereh Wangi. Yang akan kita bahas disini adalah Sanggesangge [Cymbopogon nardus (L.) Rendle] yang dikenal umum sebagai bumbu masak. 

Orang Batak baik laki-laki maupun perempuan pasti mengenal Sanggesangge karena tanpa Sanggesangge pasti tak ada masakan khas yang disebut arsik. Bahkan untuk memasak arsik ikan (biasanya ikan mas) harus menggunakan banyak Sanggesangge karena disamping sebagai bumbu, juga digunakan sebagai alas meletakkan ikan mas yang akan di-arsik agar tidak lengket dan tidak hangus, karena masak arsik adalah memasak sampai airnya habis (arsik = menguras). Sanggesangge juga digunakan sebagai bumbu untuk memasak sangsang (masakan khas Batak yang terbuat dari daging babi cincang dan pakai darah). Disamping dua jenis masakan khas tersebut bahwa orang Batak mengenal Sanggesangge sebagai bumbu masak untuk berbagai jenis masakan lainnya. 

Tidak banyak mengetahui bahwa Sanggesangge [Cymbopogon nardus (L.) Rendle] yang banyak dijumpai disetiap rumah tangga dapat bermanfaat sebagai obat yang bersifat anti radang, menghilangkan rasa sakit, melancarkan sirkulasi darah, juga sakit kepala, sakit otot, ngilu sendi, batuk, nyeri lambung, diare, menstruasi tidak teratur, bengkak memar, dan bengkak setelah melahirkan. Biasanya pengobatan dilakukan dengan meminum air rebusan dan untuk obat luar dengan mengoles pada yang sakit. Sanggesangge mengandung minyak atsiri dengan kandungan aktif terdiri dari citronellal, citral, geraniol, methil-heptenone, eugenol-methil-ether, dipenten, eugenol, kadinen, kadinol, limonen. Sanggesangge bersifat rasa pedas, hangat, ber-aroma spesifik, dan semua bagian tanaman dapat digunakan sebagai obat. 

Berikut beberapa resep Datu Bolon untuk beberapa jenis penyakit menggunakan ramuan Sanggesangge: 

  1. Nyeri Lambung: 15 gram tanaman (semua daun, batang dan akar) Sanggesangge segar + 30 gram sambiloto direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa menjadi 1 gelas, lalu diminum hangat bersama 1 sendok makan madu.
  2. Diare: Gunakan resep yang sama seperti untuk Nyeri Lambung.
  3. Batuk: 6 gram tanaman Sanggesangge kering + 15 gram kulit jeruk mandarin (Citrus nobili Lour.) + 10 gram jahe. Bahan direbus dengan ½ liter air dan direbus hingga menjadi 200 cc dan diminum hangat.
  4. Haid Tidak Teratur: 15 gram Sanggesangge segar + 10 gram kunyit (Curcuma domestica Val.) + 15 gram daun dewa [Gynura segetum (Lour) Merr.] + 10 gram kencur (Kaempferia galanga L.) + 15 gram temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) + 10 gram bangle (Zingiber purpureum Roxb.) Ramuan direbus dengan 3 gelas air sehingga tersisa 1½ gelas, lalu diminum untuk 3 kali masing-masing ½ gelas.
  5. Bengkak setelah melahirkan: Ramuan sama seperti No.4 (Haid Tidak Teratur).
  6. Nyeri Sendi: Gunakan minyak atsiri dari sanggesangge untuk digosokkan pada yang sakit.
  7. Memar: Gunakan minyak atsiri dari sanggesangge untuk digosokkan pada yang sakit. 

Untuk keterangan lebih lanjut, kunjungi dan klik di: Resep-resep Datu Bolon 

Mulak tu bona>>>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: