Singkoru

Singkoru (Coix lachryma -jobi L.)

Singkoru adalah tanaman liar yang tumbuh sembarangan disemak-semak di Tanah Batak. Terkadang tanaman ini ditanam juga dipekarangan rumah sebagai tanaman bunga karena tanaman ini memang unik dan mampu tumbuh di kondisi tanah yang tandus. Secara umum di Indonesia dinamai Jali atau Jali-jali. Nama Latin tanaman ini adalah Coix lachryma – jobi L. Orang Cina menyebutnya Yi yi ren

Tanaman ini memang unik. Tumbuhnya mirip seperti bertumbuhnya pohon jagung, bahkan sewaktu baru tumbuh akan sulit membedakan apakah tanaman yang tumbuh itu adalah pohon jagung atau Singkoru, karena memang sangat mirip. Pada saat berbuah baru ketahuan bedanya.

Buah tanaman Singkoru berbentuk biji yang berjuntai. Buah biji yang muda berwarna hijau. sesuai umur buah biji maka biji tersebut berubah warna menjadi ungu ke ungu tua, kemudian menjadi kuning, merah dan akhirnya tuanya berwarna putih. Jadi tanaman ini sebenarnya sangat indah menjadi tanaman bunga di pekarangan rumah.

Anak-anak orang Batak biasanya membuat bijian Singkoru menjadi mainan atau menjalinnya menjadi kalung karen biji yang sudah tua memang sangat keras dan ditengahnya berlubang sehingga dengan menusukkan benang atau nilon maka jadilah bentuk kalung yang indah. Mungkin juga bentuk jalinan kalung inilah asal muasal penamaan tanaman ini menjadi Singkoru, karena kalung dalam bahasa Batak disebut Horunghorung.

Sebenarnya orang tua-tua Batak sangat mengenal tanaman Singkoru, bahkan Singkoru sampai masuk ke rangkaian kalimat pantun nasihat yang disebut umpasa, salah satuna seperti berikut ini:

  • Tubu Singkoru di Dolok Purbatua
  • Sai tubuan anak ma hamu dohot boru, na burju marnatuatua.

Yang diartikan kira-kira sebagai berikut:

  • Singkoru tanaman yang tumbuh di Dolok Purbatua
  • Semoga kalian mendapat anak laki dan perempuan yang mengabdi kepada orangtua

Mungkin tidak banyak orang Batak yang tau tanaman ini berkasiat sebagai anti kanker dan banyak lagi penyakit yang mampu disembuhkan oleh tanaman ini.

Setiap 100 gram biji Singkoru mengandung 380 kalori, 11,2 gr H2O, 15,4 g protein, 6,2 gr Lemak, 65,3 gr karbohidrat, 0,8 gr serat, 1,9 gr abu, 25 mg Ca, 435 mg P, 5 mg Fe, 0,28 mg thiamin, 19 mg riboflavin, 4,3 mg niacin. Catatan lain menyebutkan  bahwa Singkoru mengandung zat kanji sebanyak 50-60% dan 18,7% protein yang terdiri dari asam glutamic, leucine, tyrosine, arginine, histidine, lysine; dan sebanyak 5-10% minyak lemak yang mengandung glycerides-myristic dan asam palmitic.

Oleh karena itu berbagai penyalit mampu disembuhkan seperti bisul (abscess), penenang (anodyne), antrax, usus buntu (appendicitis), radang sendi (arthritis), biribiri (beriberi), bronkitis (bronchitis), katarak (catarrh), diabetes, disentri (dysentery), susah kencing (dysuria), busung (edema), demam (fever),  gondong atau gondok (gotter),  mulut berbau (halitosis), sakit kepala (headache), paru-paru basah (hydrothorax),  metroxenia, tbc paru (phthisis), radang selapt dada (pleurisy), radang paruparu (pneumonia), puerperium, rematik (rheumatism), cacar air small-pox, splenitis, strangury, tenesmus, cacingan (worms).

Semua bagian tanaman dapat berguna untuk pengobatan, namun akar dan biji lebih banyak digunakan untuk pengobatan seperti resep Datu Bolon berikut:

  1. Kanker (kanker lambung, kanker paru, kanker mulut rahim): 60 gr biji kering direbus dengan 6 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Setelah dingin diminum untuk 2 kali masing-masing 1 gelas .
  2. Rematik: 50 gr biji kering direbus dengan 6 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Setelah dingin diminum untuk 2 kali masing-masing 1 gelas .
  3. Radang Paruparu: 15 gr akar kering direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa setengahnya. setelah dingin diminum untuk 3 x masing-masing ½ gelas dengan mencampurkan 1 sendok makan madu.
  4. Batu Sesak. (resep sama seperti No.2): 15 gr akar kering direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa setengahnya. setelah dingin diminum untuk 3 x masing-masing ½ gelas dengan mencampurkan 1 sendok makan madu.
  5. Demam. (resep sama seperti No.2): 15 gr akar kering direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa setengahnya. setelah dingin diminum untuk 3 x masing-masing ½ gelas dengan mencampurkan 1 sendok makan madu.
  6. Sakit Kuning: 30 gr akar kering direbus dengan 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas dan setelah dingin diminum untuk 2 x sehari masing-masing 1 gelas.
  7. Biribiri: (resep sama seperti no.6) 30 gr akar kering direbus dengan 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas dan setelah dingin diminum untuk 2 x sehari masing-masing 1 gelas.
  8. Susah kencing: (resep sama seperti no.6) 30 gr akar kering direbus dengan 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas dan setelah dingin diminum untuk 2 x sehari masing-masing 1 gelas.
  9. Infeksi Saluran Kencing: (resep sama seperti no.6) 30 gr akar kering direbus dengan 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas dan setelah dingin diminum untuk 2 x sehari masing-masing 1 gelas.
  10. Saluran kencing tersumbat kristal batu: (resep sama seperti no.6) 30 gr akar kering direbus dengan 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas dan setelah dingin diminum untuk 2 x sehari masing-masing 1 gelas.
  11. Kencing Nanah: (resep sama seperti no.6) 30 gr akar kering direbus dengan 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas dan setelah dingin diminum untuk 2 x sehari masing-masing 1 gelas.

Catatan: Semua resep diatas harus terlebih dahulu dicuci bersih supaya tidak terikut kotoran lain seperti serangga-serangga atau kutu-kutu.

Selanjutnya boleh dibaca Resep-resep Datu Bolon>>>

Mulak tu bona>>>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: