Archive for May, 2010

Gaol

Posted in DATU BOLON:, Gaol with tags , , , on May 19, 2010 by Maridup Hutauruk

Gaol-musa paradisiaca

Orang Batak mengartikan pisang dengan sebutan gaol dan demikian terkenalnya gaol sehingga beberapa marga Batak menggunakan kata gaol, seperti Lumbangaol (Kebun Pisang) dan Hutagaol (Kampung Pisang). Di berbagai daerah di Indonesia nama gaol (pisang) disebutkan berbeda-beda dan bahkan ada puluhan nama untuk sebutan gaol ini.

Gaol (pisang) dapat dikonsumsi hampir disetiap kesempatan waktu dan tak ada batasan kapan saat-saat yang tepat untuk memakannya, boleh dipagi hari, disiang hari, dimalam hari, tetapi yang paling sering dikonsumsi adalah setelah makan (nasi) karena buah pisang memang mengandung lubricant sebagai pelancar di usus.

Pohon gaol dapat tumbuh subur pada dataran rendah dan bahkan sampai di ketinggian 2000 dpl, oleh karenanya di Dataran Tinggi Tanah Batak masih terlihat tumbuh subur. Gaol dalam bahasa latin disebut Musa Paradisiaca L. terdiri dari banyak jenis dan penggolongan. Ada jenis gaol yang cocok untuk dikonsumsi sebagai buah dan ada juga jenis yang sebaiknya melalui proses misalnya di rebus atau digoreng atau proses lainnya, dan adapula jenis gaol yang hanya cocok untuk dikonsumsi dalam keadaan mentah semisal untuk rujak, dan bahkan ada jenis gaol yang tidak dapat dimakan dan digunakan untuk tanaman hias. Bukan hanya buahnya yang dapat dimakan tetapi jantung gaol dapat juga diolah menjadi sayuran.

Coba kita bayangkan enaknya memakan buah pisang, belum lagi kalau dibuat menjadi pisang goreng, pisang rebus, keripik pisang, lepat pisang, bolu pisang, kolak pisang, pisang sale, sementara daun pisang banyak digunakan untuk pembungkus atau bungkus untuk lampet (lepat). Bahkan anak-anak banyak menggunakan batang pisang untuk berhanyut di sungai.

Continue reading

Orang Batak Keturunan Alien?

Posted in BATAK:, Orang batak Keturunan Alien? with tags , , , , , on May 2, 2010 by Maridup Hutauruk

Oleh: Maridup Hutauruk

 

Tidakkah anda heran melihat eksistensi orang-orang Batak? Tentu jawabannya ada dua, bahwa ada yang heran dan adapula yang tak heran alias biasa-biasa saja. Kalau marga-marga Batak seluruhnya ada sekitar 400-an dan apabila setengahnya atau sekitar 200 marga eksis di ibukota negri ini, maka anda coba luangkan waktu untuk mengkalkulasi kira-kira berapa jumlah komunitas Batak ini di Ibukota Jakarta raya ini?

Continue reading