Gaol

Gaol-musa paradisiaca

Orang Batak mengartikan pisang dengan sebutan gaol dan demikian terkenalnya gaol sehingga beberapa marga Batak menggunakan kata gaol, seperti Lumbangaol (Kebun Pisang) dan Hutagaol (Kampung Pisang). Di berbagai daerah di Indonesia nama gaol (pisang) disebutkan berbeda-beda dan bahkan ada puluhan nama untuk sebutan gaol ini.

Gaol (pisang) dapat dikonsumsi hampir disetiap kesempatan waktu dan tak ada batasan kapan saat-saat yang tepat untuk memakannya, boleh dipagi hari, disiang hari, dimalam hari, tetapi yang paling sering dikonsumsi adalah setelah makan (nasi) karena buah pisang memang mengandung lubricant sebagai pelancar di usus.

Pohon gaol dapat tumbuh subur pada dataran rendah dan bahkan sampai di ketinggian 2000 dpl, oleh karenanya di Dataran Tinggi Tanah Batak masih terlihat tumbuh subur. Gaol dalam bahasa latin disebut Musa Paradisiaca L. terdiri dari banyak jenis dan penggolongan. Ada jenis gaol yang cocok untuk dikonsumsi sebagai buah dan ada juga jenis yang sebaiknya melalui proses misalnya di rebus atau digoreng atau proses lainnya, dan adapula jenis gaol yang hanya cocok untuk dikonsumsi dalam keadaan mentah semisal untuk rujak, dan bahkan ada jenis gaol yang tidak dapat dimakan dan digunakan untuk tanaman hias. Bukan hanya buahnya yang dapat dimakan tetapi jantung gaol dapat juga diolah menjadi sayuran.

Coba kita bayangkan enaknya memakan buah pisang, belum lagi kalau dibuat menjadi pisang goreng, pisang rebus, keripik pisang, lepat pisang, bolu pisang, kolak pisang, pisang sale, sementara daun pisang banyak digunakan untuk pembungkus atau bungkus untuk lampet (lepat). Bahkan anak-anak banyak menggunakan batang pisang untuk berhanyut di sungai.

Sebagaimana masyarakat daerah lainnya di Indonesia, di Tanah Batakpun berlaku bahwa buah gaol digunakan sebagai bahan ritual sebagai sesajen, dan adapula yang digunakan sebagai prasyarat pendirian sebuah rumah dimana setandan gaol yang siap dimakan digantungkan pada rangka atap rumah bersama dengan jenis tanaman lainnya seperti padi dan kelapa.

Kultur ritual ini diartikan agar pendirian rumah menjadi kokoh dan yang menempatinya akan hidup nyaman dan berbahagia. Walaupun filosofi ini merupakan kearifan lokal yang sudah ditinggalkan akan tetapi maknanya merupakan wujud dari keluhuran nenek moyang. Apabila sekelompok tukang yang sedang membuat kuda-kuda atap sebuah rumah akan memakan waktu yang lama untuk turun kebawah, maka mereka dapat memakan pisang yang digantungkan di kuda-kuda tersebut untuk mengisi kalori yang memang banyak dikandung oleh buah gaol, sementara air kelapa dapat pula menjadi pelepas dahaganya. Kalau kelompok tukang berada dalam kondisi fit maka hasil kerjanyapun akan baik dan rumah itupun dapat berdiri dengan kokoh dan nyaman untuk didiami oleh pemiliknya.

Bukan hanya disitu, masyarakat dahulu masih meyakini tentang kecocokan memakan jenis-jenis gaol seperti misalnya jenis pisang raja yang dilarang untuk dimakan oleh anak-anak karena sukar dicerna oleh lambung. Pisang ambon dilarang dimakan oleh wanita yang sedang mendapat keputihan karena akan memperparah penyakitnya walaupun pisang ambon sebenarnya sangat baik untuk membersihkan badan, menyejukkan, memperlancar buang air besar. Pisang susu dilarang dimakan oleh orang yang sedang menderita disentri (berak berlendir) walau sebenarnya pisang ini sangat baik untuk pencernaan anak-anak. Pisang mas katanya tidak boleh dimakan oleh orang yang memegang jimat-jimat walau pisang ini sangat baik untuk penderita sembelit.

Pohon gaol dari mulai akar sampai buahnya banyak mengandung zat-zat kimia yang berguna untuk kesehatan tubuh seperti akarnya yang mengandung serotonin, norepinefrin, tanin, hidroksitriptamin, dopamin, vitamin A, B, C. Sementara buahnya banyak mengandung flavonoid, glukosa, fruktosa, sukrosa, protein, lemak, minyak terbang, tepung, Vitamin A, B, C, E, mineral kalium, kalsium, fosfor, zat besi, pektin, serotonin, dopamin, tanin, noradrenalin. Oleh karena itu pada pohon gaol dari mulai akar, buah, kulit buah, bongkol, hati batang (unok), bunga, dan daunnya dapat digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit paling tidak untuk mengatasi dan mencegah berbagai penyakit.

Apabila ada indikasi berbagai penyakit maka bagian-bagian dari pohon gaol berikut ini dapat mengatasi:

  1. Akar gaol dapat digunakan untuk mengatasi: sesak nafas (asma), kencing berdarah, penyakit kulit,
  2. Cairan dari bongkol dapat digunakan untuk mengatasi: berak darah karena panas dalam, disentri, diare, wasir berdarah (ambeyen), pendarahan setelah melahirkan, pembersihan setelah melahirkan, rambut rontok, rambut beruban, radang ginjal, sifilis, digigit ular berbisa,
  3. Daun muda yang masih tergulung berguna mengatasi: kulit bengkak dan lecet, disentri, haid terlalu banyak, pendarahan mimisan, radang tenggorok, radang otak (epidemic encephalitis), keputihan (leukorea), batuk dan sakit dada, termasuk rambut yang menipis,
  4. Buah digunakan untuk mengatasi: berak darah, batuk darah, diare, disentri, tukak lambung, kurang darah (anemia), rasa haus dan lemah, badan panas dan susah buang air, kulit wajah mengering, sariawan, sembelit (konstipasi), wasir (hemoroid), Tekanan darah tinggi (hipertensi), keracunan alkohol,
  5. Kulit buah gaol dapat juga untuk mengatasi: borok kronis, herpes, luka tungkai pada penderita diabetes, kutilan, migren, hipertensi, rambut rontok tipis dan jarang, luka bakar, tersiram airpanas, kulit merah karena keringat atau cacar,
  6. Bunga gaol dapat digunakan untuk mengatasi: mencegah pendarahan otak, stroke.

Caranya: untuk pengobatan yang diminum adalah menggunakan tepung gaol dimakan sebanyak 1-2 sendok makan, dimakan sebelum makan dan sebelum tidur. Untuk obat luar digunakan hati dari batang (unok) dengan menempelkannya pada jenis luka. Daun muda yang masih tergulung untuk menyejukkan dengan menempelkannya pada penderita demam, mata panas, luka bakar. Cairan bongkol dioles pada rambut. Daun, akar, dan bongkol yang digiling sampai halus dioles pada yang sakit seperti bisul, radang kulit, kulit bernanah, bengkak dan luka bakar.

Berikut disajikan resep-resep Datu Bolon yang digunakan untuk pengobatan:

  1. Disentri: 1 buah pisang batu dipanaskan pada abu bekas bakaran yang masih panas. Bila sudah kering dipotongpotong dan digiling sampai halus lalu diaduk dengan setengah gelas air minum, lalu diperas dan disaring. Air perasan diminum 3 kali sehari. Pengobatan dapat juga dengan mengunyah beberapa bunga pisang kepok dan cairannya ditelan.
  2. Maag: Pisang batu yang belum masak dikupas dan buahnya diiris tipis dan dijemur dimatahari sampai kering lalu digiling sampai halus seperti tepung. 1 sendok teh tepung diseduh dengan air panas dan setelah dingin diminum beserta dengan ampasnya. Lakukan sebanyak 3 x sehari selama dua minggu, dan selanjutnya cukup 1 x sehari.
  3. Wasir berdarah; berak darah: Tebanglah sebatang pohon pisang pada bongkolnta (sebaiknya pisang batu atau pisang kepok). Bongkol yang tertinggal di tanah dilubangi untuk menampung airnya yang keluar dari bongkol Tutup bongkol agar tidak tercemar debu dan kotoran. Air yang keluar ini diminum 3 x sehari.
  4. Wasir nyeri dan keluar darah sewaktu buang air besar: Setengah sisir pisang yang setengah matang lalu dicuci dan direbus sampai terlihat sudah lembut. Lalu digiling bersama kulitnya sampai seperti bubur. Bubur ini dimakan pagi dan menjelang tidur sewaktu perut masih kosong kira-kira seukuran 2-3 pisang yang digiling.
  5. Berak Darah tanpa lendir: Tiga buah pisang batu yang telah masak tanpa kulit ditambah tiga buah pisang kepok mentah beserta kulitnya, semuanya digiling sampai lumat dan diperas dan disaring airnya lalu diminum 2 kali sebanyak masingmasing setengah gelas.
  6. Darah Tinggi (hipertensi): Rebus kulit pisang beserta tangkainya sebanyak 60 gram lalu air rebusan diminum 3 x sehari seperti meminum teh. Dapat juga dilakukan dengan merebus akar pisang sebanyak 120 gram dan airnya diminum 3 x sehari. Apabila penderita darah tinggi disertai dengan sembeli maka dapat dilakukan dengan mem-blender buah pisang beserta kulitnya sebanyak setengah kilogram lalu ditambahkan 15 gram wijen hitam. Hasil blender berbentuk jus, diminum semuanya 1 x sehari. Untuk pencegahan agar tidak menjadi darah tinggi cukup dengan merebus kulit pisang bersama tangkainya dan meminumnya seperti minum teh.
  7. Kurang Darah (anemia): Anak pisang kepok sekitar sejengkal beserta dengan akarnya dicuci bersih lalu diparut. Lalu diaduk dengan menambahkan 1 sendokmakan garam. Perasan airnya disaring dan diminum sekaligus, dan dilakukan sampai sembuh.
  8. Pendarahan Otak dan stroke karena pendarahan otak: 1 buah jantung pisang dipotongpotong dan direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas lalu diminum sekaligus 1 x sehari.
  9. Radang Otak: 200 gram akar pisang dicuci dan diblender seperti jus dan diminum sekaligus.
  10. Radang Tenggorok: Satu genggam akar pisang kepok di tumbuk dan diaduk dengan segelas air matang lalu diperas. Air perasan dibuat untuk berkumur sampai kena pada tenggorokan. Lakukan sesering mungkin sampai sembuh.
  11. Radang Paru: 120 gram akar pisang dibersihkan dan diblender menjadi jus lalu ditambahkan 1 sendokmakan madu dan diminum sekaligus.
  12. Radang Ginjal sehingga kencing terasa sakit: Ambil air yang diperoleh dari batangsemu pisang dengan mengupas kelopak batangnya. Tambahkan gula pada air itu dan diminum 1 x sehari sampai peradangan sembuh.
  13. Demam disertai haus, tenggorokan kering dan susah menelan: makan 2 buah pisang 3 x sehari. Untuk menurunkan demam dari luar digunakan daun muda yang masih menggulung direntangkan untuk ditiduri dan berbaring diatasnya.
  14. Sariawan: 3 buah pisang batu yang sudah matang tanpa kulitnya + 3 pisang batu mentah beserta dengan kulitnya + 1 buah mengkudu, semua bahan digiling dan airnya diperas dan disaring lalu diembunkan semalaman, dan seluruhnya diminum 1 x sehari dan diulangi sampai sembuh.
  15. Migren: Kulit pisang yang sudah matang diblender sehingga seperti bubur lalu dioles pada sekitar leher, tengkuk, pelipis dan dahi.
  16. Sesak Nafas (Asma): 2 buah pisang yang sudah matang dikukus berikut kulitnya. makan pada pagi dan malam sewaktu perut masih kosong.
  17. Sempoyongan, tenggen, teler, karena mabuk alkohol: 60 gram kulit pisang direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, lalu disaring dan setelah dingin diminum.
  18. Sembelit (Susah buang air besar, keras dan tidak teratur): Makan 2 buah pisang mas pada pagi hari dan malam hari sewaktu perut sedang kosong.
  19. Kulit wajah kering dan mengelupas: 1 buah pisang ambon matang digiling dan ditambahkan 2 sendok makan minyak zaitun lalu dimanaskan diatas api sampai hangat. Setelah dingin dioleskan pada wajah dan biarkan mengering selama 20 menit.
  20. Menghaluskan kulit tangan dan kaki: Apabila memakan pisang mas, kulit yang bagian dalamnya digosokkan ke kulit tangan dan kaki yang pecah-pecah. Lakukan setiap hari.
  21. Luka Baru: Bagian tengah batang pisang kepok (unok) lalu ditumbuk dan ditempelkan pada luka. Lakukan 2 x sehari.
  22. Memar dan bisul: 1 buah pisang yang berkulit hijau digiling sampai halus dan dioleskan pada yang bengkak dan bisul.
  23. Terbakar atau tersiram airpanas: Hanya dioleskan saja bagian dalam dari kulit pisang yang sudah matang.
  24. Kutil: Bagian dalam dari kulit pisang yang sudah matang dikerok lalu kerokan itu dibubuhkan pada kutil dan ditutup dengan plester. Pembubuhan diulang dengan menggantikan plesternya pada saat setelah mandi.
  25. Digigit Ular Berbisa: Tebang pohon pisang raja pada bongkolnya. Ambil bongkol pisang raja sebesar kepalan tangan dari bagian tengah bongkol yang masih ada ditanah agar airnya keluar dan tertampung. Bongkol yang sebesar sekepalan tangan dicuci lalu diparut. Air parutan diperas dan disaring dan ditambahkan 1 sendokmakan madu lalu diaduk dengan air perasan bongkol dan air tampungan bongkol, lalu diminum 2 x sehari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: