Garinghau

Pohon Garinghau

Tak ada yang tak kenal garinghau (baca: garikkau) di Tanah Batak. Bahasa umum untuk garinghau adalah singkong atau ubi kayu. Tanaman ini tumbuh disembarang tempat di tanah batak dan hampir semua orang kampung menanamnya karena termasuk sebagai bagian dari bahan pangan seharihari.

Menurut cerita orang tuatua dahulu semasa di jaman sulit awal kemerdekaan bahwa garinghau termasuk sebagai makanan utama disamping beras. Ada yang mengatakan bahwa pagi hari dijadwal untuk makan giringhau dan sorenya memakan nasi atau sebaliknya. ada juga mengatakan bahwa sebelum makan nasi terlebih dahulu makan singkong supaya porsi bakan nasi lebih sedikit.

Umbi Garinghau

Walaupun sekarang ini masyarakat di Tanah Batak tidak lagi memakan garinghau sebagai bagian dari makan utama, tetapi mereka masih masuk sebagai bagian dari masyarakat di Kabupaten termiskin yang digelar sebagai Daerah Peta Kemiskinan sudah sejak lama.

Jangan membandingkannya dengan masyarakat asal Tanah Batak yang sudah berada di perantauan yang sudah banyak melampaui batas garis peta kemiskinan, namun di Tanah Batak masih demikianlah yang digambarkan tentang penduduk di daerah ini.

Garinghau Robus

Tanaman garinghau sudah tidak asing lagi dan semua orang mengenalnya hanya sebagai salah satu bahan makanan, namun dibalik itu masih jarang yang mengetahui bahwa tanaman ini salah satu bahan obat-obatan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Garinghau dalam bahasa Latin disebut Manihut Utilisima Pohl, Nama depan Laitn ini memang agak mirip-mirip dengan sebutan nama-nama Batak. Nama asing lainnya dikenal sebagai Tapioka oleh orang Inggeris dan Mok Su oleh orang Cina. Hampir seluruh penduduk indonesia mengenal garinghau dengan nama-nama sesuai bahasanya. Di Aceh dikenal dengan nama Ubi Kayee. Di Sunda

Garinghau Goreng

dikenal dengan nama Singkong, Hawi Danggeur, Sampeu. Di Jawa dikenal dengan nama Singkong, Telo Pohong, Ketela Kaspe. di Madura dikenal dengan nama Puhung, Pohong, Telo Belandha. Di Sulawesi Utara dikenal dengan nama Wolaang Kayu, Uwi Kayu, di Bali dikenal dengan nama Kesawi, Ketela Kayu. Di Papua dikenal dengan nama Pangala, Kusbin, Peka Reta.dan di Tanah Batak sendiri dikenal dengan nama Garinghau atau Gadong Hau.

Garinghau Karipik

Sebagai tanaman obat, dari mulai daun, batang, umbi dapat dimanfaatkan menjadi obat. Garinghau ini kaya dengan kandungan kimia seperti hidrat arang, kalsium, posfor, lemak, protein, vitamin-A, vitamin-B, vitamin-C, dan zat besi yang terdapat dari daunnya. Sementara dari Kulit Batangnya banyak mengandung enzim peroksidase, glikosida, kalsium oksalat, dan tanin. Dari umbinya mengandung amilum, hidrat arang, kalsium, protein, lemak, fosfor, zat besi, vitamin-B, vitamin-C.

Garinghau Gotuk

Melihat demikian banyak unsur kimia yang didapat dari pohon garinghau maka tanaman ini berkasiat sebagai anti-kanker , antioksidan, antitumor, serta penambah nafsu makan. Jangan heran bahwa orang-orang yang masih kelahiran Tanah Batak jarang yang mengidap penyakit kanker, tetapi yang sudah kelahiran tanah perantauan takjarang kita mendengar bahwa mereka mengidap penyakit kanker.

Garinghau Pargedel

Namun secara khusus, garinghau dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut; Beri-beri, Mata Kabur, Rematik, kena Kutu Air, Luka dan Luka bernanah. Berikut adalah cara pengobatannya: 

  1. Beri-beri: Cuci bersih 200 gram daun garinghau dengan air matang atau air bersih, lalu dimakan sebagai lalapan
  2. Mata Kabur: 100 gram daun garinghau dicuci bersih, Sediakan 15 gram boroco (celosia argentea) lalu direbus dengan menambahkan sedikit garam. air rebusan diminum dan daun garinghau dimakan sebagai sayur.
  3. Rematik: 7 lembar daun garinghau. 1 ibu jari jahe dan kapur sirih secukupnya. Bahan ditumbuk halus sampai berupa adonan, lalu dilaburkan di bagian kaki yang terasa sakit. Pengobatan dilakukan rutin.
  4. Kena Kutu Air: Umbi garinghau setelah dikupas dan dicusi lalu diparut. Kaki/jarikaki yang terkena Kutu Air dicuci bersih dan dilap dengan alkohol 70%, lalu dilaburkan dengan parutan umbi garinghau tadi. Lakukan pengobatan secara rutin.
  5. Luka dan Luka Bernanah: Baham dam cara adalah sama seperti pengobatan no.5 dan adonan diperban dan pengobatan dilakukan 2 x sehari.

Garinghau Donat

Demikian pengobatan beberapa penyakit dengan tanaman garinghau. Garinghau dapat diproses menjadi berbagai jenis penganan berupa lepat, kue, gorengan, atau bahkan langsung direbus atau digoreng, dan bahkan dengan hanya dibakar langsung dengan kulitnya terasa nikmat untuk dimakan. Garinghau rebus sangat enak bila dimakan denga ikan teri sambal atau ikan asin dengan

Garinghau Kue Talam

sambal cabe. Janganlah malu dengan bahan penganan yang murah meriah ini karena dapat diperoleh dimana-mana dengan harga murah. Pokoknya Garinghau dapat diolah menjadi penganan dari yang bentuk sederhana sampai tampilan moderen.

Mengapa nggak kreatif untuk mengolah garinghau menjadi panganan disamping untuk kesehatan dan juga berpotensi ekonomis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: