Archive for the Perbudakan Istri Batak Category

PERBUDAKAN ISTRI BATAK

Posted in BATAK:, Perbudakan Istri Batak on November 2, 2010 by Maridup Hutauruk

Oleh: Maridup Hutauruk 

Kutipan: 

Perilaku Berumahtangga & Kedudukan Wanita Pada Komunitas Batak Jaman Dulu. 

Laki-laki diijinkan mengawini banyak istri sebanyak yang mereka suka atau mampu, dan memiliki setengah lusin istri bukanlah hal aneh. Masing-masing istri bertempat di bagian yang berbeda di ruangan besar, dan tidur tak berbatas dengan yang lainnya, tidak dipisahkan oleh partisi atau berbeda bagian.  Suami menjatah masing-masing kepada istri-istri beberapa perapian dan peralatan memasak, dimana mereka membenahi masing-masing persediaan makanan secara terpisah, dan meladeni suami bergiliran. 

Bagaimana mungkin keadaan berumahtangga dan batasan imajinasi yang sangat tipis untuk bisa diterima akal tentang nafsu cinta yang membara dan tak terkendali, dan kecemburuan dipastikan terjadi pada bentuk selir-selir ketimuran ini? Atau haruskah adat diijinkan untuk mengatasi semua pengaruh lainnya, baik secara moral maupun fisik? Dengan kata lain mereka sedikit berbeda adatnya dalam hal perkawinan dibanding dengan daerah-daerah lain di pulau itu (Pulau Sumatera). 

Orangtua wanita biasanya menerima mahar yang mahal (dalam bentuk sejumlah kerbau atau sejumlah kuda) dari orang yang meminangnya; yang harus dikembalikan apabila terjadi perceraian karena disebabkan oleh pihak laki-laki. Perempuan sebagaimana lazimnya selalu melihat yang orangtuanya kaya. 

Kedudukan wanita kelihatannya tidak lebih daripada sebagai budak. Suami memiliki kekuasaan memanfaatkan istri-istri dan anak-anaknya. Mereka juga, selain bekerja untuk rumahtangga, juga bekerja di sawah. Hal ini sama terjadi juga di daerah lain di pulau itu; kecuali di kawasan tengah, negerinya lebih tertata, lebih banyak menggunakan bajak, menggaru, yang ditarik oleh kerbau. 

Laki-laki, apabila tidak sedang dalam perang sebagai kegiatan yang disenangi, lebih banyak berdiam diri, tidak memiliki kegiatan, menghabiskan hari-hari hanya bermain seruling, yang dihiasi dengan sejenis karangan bunga; diantaranya adalah jenis bunga amaranthus, yang memang banyak tumbuh sebagai tumbuhan asli.  

 

Wanita dan Anak Batak Jaman Dahulu Continue reading

Advertisements