Archive for the DATU BOLON: Category

Garinghau

Posted in DATU BOLON:, Garinghau on February 6, 2011 by Maridup Hutauruk

Pohon Garinghau

Tak ada yang tak kenal garinghau (baca: garikkau) di Tanah Batak. Bahasa umum untuk garinghau adalah singkong atau ubi kayu. Tanaman ini tumbuh disembarang tempat di tanah batak dan hampir semua orang kampung menanamnya karena termasuk sebagai bagian dari bahan pangan seharihari.

Menurut cerita orang tuatua dahulu semasa di jaman sulit awal kemerdekaan bahwa garinghau termasuk sebagai makanan utama disamping beras. Ada yang mengatakan bahwa pagi hari dijadwal untuk makan giringhau dan sorenya memakan nasi atau sebaliknya. ada juga mengatakan bahwa sebelum makan nasi terlebih dahulu makan singkong supaya porsi bakan nasi lebih sedikit.

Umbi Garinghau

Walaupun sekarang ini masyarakat di Tanah Batak tidak lagi memakan garinghau sebagai bagian dari makan utama, tetapi mereka masih masuk sebagai bagian dari masyarakat di Kabupaten termiskin yang digelar sebagai Daerah Peta Kemiskinan sudah sejak lama.

Jangan membandingkannya dengan masyarakat asal Tanah Batak yang sudah berada di perantauan yang sudah banyak melampaui batas garis peta kemiskinan, namun di Tanah Batak masih demikianlah yang digambarkan tentang penduduk di daerah ini.

Garinghau Robus

Tanaman garinghau sudah tidak asing lagi dan semua orang mengenalnya hanya sebagai salah satu bahan makanan, namun dibalik itu masih jarang yang mengetahui bahwa tanaman ini salah satu bahan obat-obatan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Garinghau dalam bahasa Latin disebut Manihut Utilisima Pohl, Nama depan Laitn ini memang agak mirip-mirip dengan sebutan nama-nama Batak. Nama asing lainnya dikenal sebagai Tapioka oleh orang Inggeris dan Mok Su oleh orang Cina. Hampir seluruh penduduk indonesia mengenal garinghau dengan nama-nama sesuai bahasanya. Di Aceh dikenal dengan nama Ubi Kayee. Di Sunda

Garinghau Goreng

dikenal dengan nama Singkong, Hawi Danggeur, Sampeu. Di Jawa dikenal dengan nama Singkong, Telo Pohong, Ketela Kaspe. di Madura dikenal dengan nama Puhung, Pohong, Telo Belandha. Di Sulawesi Utara dikenal dengan nama Wolaang Kayu, Uwi Kayu, di Bali dikenal dengan nama Kesawi, Ketela Kayu. Di Papua dikenal dengan nama Pangala, Kusbin, Peka Reta.dan di Tanah Batak sendiri dikenal dengan nama Garinghau atau Gadong Hau.

Garinghau Karipik

Sebagai tanaman obat, dari mulai daun, batang, umbi dapat dimanfaatkan menjadi obat. Garinghau ini kaya dengan kandungan kimia seperti hidrat arang, kalsium, posfor, lemak, protein, vitamin-A, vitamin-B, vitamin-C, dan zat besi yang terdapat dari daunnya. Sementara dari Kulit Batangnya banyak mengandung enzim peroksidase, glikosida, kalsium oksalat, dan tanin. Dari umbinya mengandung amilum, hidrat arang, kalsium, protein, lemak, fosfor, zat besi, vitamin-B, vitamin-C.

Garinghau Gotuk

Melihat demikian banyak unsur kimia yang didapat dari pohon garinghau maka tanaman ini berkasiat sebagai anti-kanker , antioksidan, antitumor, serta penambah nafsu makan. Jangan heran bahwa orang-orang yang masih kelahiran Tanah Batak jarang yang mengidap penyakit kanker, tetapi yang sudah kelahiran tanah perantauan takjarang kita mendengar bahwa mereka mengidap penyakit kanker.

Garinghau Pargedel

Namun secara khusus, garinghau dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut; Beri-beri, Mata Kabur, Rematik, kena Kutu Air, Luka dan Luka bernanah. Berikut adalah cara pengobatannya: 

  1. Beri-beri: Cuci bersih 200 gram daun garinghau dengan air matang atau air bersih, lalu dimakan sebagai lalapan
  2. Mata Kabur: 100 gram daun garinghau dicuci bersih, Sediakan 15 gram boroco (celosia argentea) lalu direbus dengan menambahkan sedikit garam. air rebusan diminum dan daun garinghau dimakan sebagai sayur.
  3. Rematik: 7 lembar daun garinghau. 1 ibu jari jahe dan kapur sirih secukupnya. Bahan ditumbuk halus sampai berupa adonan, lalu dilaburkan di bagian kaki yang terasa sakit. Pengobatan dilakukan rutin.
  4. Kena Kutu Air: Umbi garinghau setelah dikupas dan dicusi lalu diparut. Kaki/jarikaki yang terkena Kutu Air dicuci bersih dan dilap dengan alkohol 70%, lalu dilaburkan dengan parutan umbi garinghau tadi. Lakukan pengobatan secara rutin.
  5. Luka dan Luka Bernanah: Baham dam cara adalah sama seperti pengobatan no.5 dan adonan diperban dan pengobatan dilakukan 2 x sehari.

Garinghau Donat

Demikian pengobatan beberapa penyakit dengan tanaman garinghau. Garinghau dapat diproses menjadi berbagai jenis penganan berupa lepat, kue, gorengan, atau bahkan langsung direbus atau digoreng, dan bahkan dengan hanya dibakar langsung dengan kulitnya terasa nikmat untuk dimakan. Garinghau rebus sangat enak bila dimakan denga ikan teri sambal atau ikan asin dengan

Garinghau Kue Talam

sambal cabe. Janganlah malu dengan bahan penganan yang murah meriah ini karena dapat diperoleh dimana-mana dengan harga murah. Pokoknya Garinghau dapat diolah menjadi penganan dari yang bentuk sederhana sampai tampilan moderen.

Mengapa nggak kreatif untuk mengolah garinghau menjadi panganan disamping untuk kesehatan dan juga berpotensi ekonomis.

Advertisements

Gaol

Posted in DATU BOLON:, Gaol with tags , , , on May 19, 2010 by Maridup Hutauruk

Gaol-musa paradisiaca

Orang Batak mengartikan pisang dengan sebutan gaol dan demikian terkenalnya gaol sehingga beberapa marga Batak menggunakan kata gaol, seperti Lumbangaol (Kebun Pisang) dan Hutagaol (Kampung Pisang). Di berbagai daerah di Indonesia nama gaol (pisang) disebutkan berbeda-beda dan bahkan ada puluhan nama untuk sebutan gaol ini.

Gaol (pisang) dapat dikonsumsi hampir disetiap kesempatan waktu dan tak ada batasan kapan saat-saat yang tepat untuk memakannya, boleh dipagi hari, disiang hari, dimalam hari, tetapi yang paling sering dikonsumsi adalah setelah makan (nasi) karena buah pisang memang mengandung lubricant sebagai pelancar di usus.

Pohon gaol dapat tumbuh subur pada dataran rendah dan bahkan sampai di ketinggian 2000 dpl, oleh karenanya di Dataran Tinggi Tanah Batak masih terlihat tumbuh subur. Gaol dalam bahasa latin disebut Musa Paradisiaca L. terdiri dari banyak jenis dan penggolongan. Ada jenis gaol yang cocok untuk dikonsumsi sebagai buah dan ada juga jenis yang sebaiknya melalui proses misalnya di rebus atau digoreng atau proses lainnya, dan adapula jenis gaol yang hanya cocok untuk dikonsumsi dalam keadaan mentah semisal untuk rujak, dan bahkan ada jenis gaol yang tidak dapat dimakan dan digunakan untuk tanaman hias. Bukan hanya buahnya yang dapat dimakan tetapi jantung gaol dapat juga diolah menjadi sayuran.

Coba kita bayangkan enaknya memakan buah pisang, belum lagi kalau dibuat menjadi pisang goreng, pisang rebus, keripik pisang, lepat pisang, bolu pisang, kolak pisang, pisang sale, sementara daun pisang banyak digunakan untuk pembungkus atau bungkus untuk lampet (lepat). Bahkan anak-anak banyak menggunakan batang pisang untuk berhanyut di sungai.

Continue reading

Singkoru

Posted in DATU BOLON:, Singkoru with tags , , , on March 21, 2010 by Maridup Hutauruk

Singkoru (Coix lachryma -jobi L.)

Singkoru adalah tanaman liar yang tumbuh sembarangan disemak-semak di Tanah Batak. Terkadang tanaman ini ditanam juga dipekarangan rumah sebagai tanaman bunga karena tanaman ini memang unik dan mampu tumbuh di kondisi tanah yang tandus. Secara umum di Indonesia dinamai Jali atau Jali-jali. Nama Latin tanaman ini adalah Coix lachryma – jobi L. Orang Cina menyebutnya Yi yi ren

Continue reading

Tinta-tinta

Posted in DATU BOLON:, Tinta-tinta with tags , , , , , , , , on February 11, 2010 by Maridup Hutauruk

Tinta-tinta atau Gendola (Basella rubra Linn.)

Tinta-tinta adalah nama yang dikenal secara umum untuk tumbuhan Gendola di Tanah Batak. Gendola adalah nama umumnya, nama latinnya adalah Basella rubra Linn, sementara orang Cina menyebutnya Lo Kuei. sementara untuk nama bataknya belum terdokumentasi tetapi tumbuhan Tinta-tinta ini cukup subur di dataran tinggi Tanah Batak yang dingin dan biasanya ditanam sebagai tumbuhan bunga yang menjalar yang ditata tangga-tangga rambatannya.

Tinta-tinta mengandung bahan kimia aktif yang berkasiat diantaranya organic acid, glucan, saponin, vitamin-A,-B,-C. Tumbuhan ini memiliki efek farmakologis seperti penurun panas, pembersih darah, penetral racun, pembersih organisme-organisme penyebab penyakit.

Seluruh bagian dari tumbuhan ini dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit antara lain: Continue reading

Bayam Suga

Posted in Bayam Suga, DATU BOLON: with tags , , , , , , , , on January 26, 2010 by Maridup Hutauruk

 

bayam suga, Amaranthus spinosus, L

Bayam Suga

adalah dalam bahasa Batak untuk jenis bayam duri (Amaranthus spinosus, L.). Orang Cina menyebutnya le xian cai, sementara orang Inggris mengenalnya dengan nama prickly amaranth

Jenis bayam suga ini banyak tumbuh berkeliaran di sembarang tempat di Tanah Batak terutama di tempat yang sedikit agak lembab, walaupun jenis bayam suga ini banyak juga yang tumbuh di tanah kering di sekitar rumah. 

Orang Batak sebenarnya mengenal bayam suga sebagai tanaman yang dapat dimakan sebagai sayuran, akan tetapi karena sifatnya yang berduri sehingga tidak begitu diperdulikan, padahal bayam suga ini sangat berkhasiat dan banyak kandungan zatnya yang mengandung obat untuk berbagai penyakit. Kebanyakan orang Batak, terutama di daerah Toba memanfaatkannya sebagai makanan ternak, terutama untuk makanan babi, setelah menggodoknya dengan berbagai jenis tanaman lainnya. 

Continue reading

Sanggesangge Bau

Posted in DATU BOLON:, Sanggesangge Bau with tags , , on November 4, 2009 by Maridup Hutauruk
Sereh wangi (Andropogon citrus DC)

Sanggesangge Bau

Sanggesangge Bau dikenal secara umum di Indonesia dengan nama Sereh Wangi (Cymbopogon citratus (DC) Stapf). Sanggesangge Bau mengandung minyak atsiri dengan bahan aktif berupa alkaloid, flavonoid, poifenol yang bersifat antipiretik, anti demam, anti muntah (anti-emetik).

Orang Batak mengenal Sanggesangge Bau sebagai tumbuhan liar yang hampir tidak dimanfaatkan penggunaannya, padahal sebagai masyarakat petani sebenarnya tumbuhan ini berguna untuk anti hama tanaman daripada harus menggunakan anti hama berbahan kimia yang berbahaya untuk lingkungan. Cukup dengan menggiling tumbuhan ini lalu diaduk dengan air, lalu disaring dan disemprotkan ke tanaman yang kena hama maka hama akan hilang. Penyemprotan dapat pula dilakukan untuk pencegahan hama sebelum tanaman terserang.

Berikut adalah resep Datu Bolon untuk beberapa jenis penyakit:

    Continue reading

Sanggesangge

Posted in DATU BOLON:, Sanggesangge with tags , , , , on October 29, 2009 by Maridup Hutauruk

 

Sereh (Cumbopogon nandus (L) Rendle)

Sanggesangge

Sanggesangge

adalah nama lain dari sereh atau orang Minang mengenalnya dengan nama sarai. Sanggesangge yang dikenal umum oleh  orang Batak terdiri dari dua jenis yaitu Sanggesangge [Cymbopogon nardus (L.) Rendle] atau sereh sebagai bumbu masak dan Sanggesangge Bau [Cymbopogon citratus (DC) Staof.] atau secara umum disebut Sereh Wangi. Yang akan kita bahas disini adalah Sanggesangge [Cymbopogon nardus (L.) Rendle] yang dikenal umum sebagai bumbu masak. 

Continue reading