Cerita Dahulu (Bagian-4)

Penyempurnahan Bumi dan Penyempurnahan Manusia Pengisi Bumi

Kemudian Mulajadi Nabolon memberkati bumi menjadi berguna didalam kehidupan manusia sehingga manusia dan bumi diseluruh mata angin Desa Naualu yang akan dihuni oleh keturunan manusia saling hidup dalam ketergantungan, maka Mulajadi Nabolon menata Desa Naualu dan membuat Matahari menjadi pembentuk jenis-jenis logam di Bumi dan demikianlah tanah dibumi diberkati oleh Mulajadi Nabolon dan menjadi: 

  • Purba disebelah Timur sebagai simbol dimulainya kegiatan kehidupan dibumi dimana Matahari mulai menampakkan sinar keemasan, maka terciptalah unsur ‘Emas’ mewakili arah mata angin ini.
  • Anggoni disebelah Tenggara, dimana matahari sudah naik condong ke arah yang menyinari bumi dengan warna yang lebih merah dari emas maka terciptalah unsur ‘Suasa’.
  • Dangsina diarah Selatan menggambarkan matahari sudah memancarkan sinar kehidupan berwarna terang benderang maka terciptalah unsur ‘Perak’.
  • Nariti disebelah Barat Daya menggambarkan suasana Matahari berada pada posisi hampir tegak lurus di atas kepala sehingga cahaya yang dipancarkan begitu terik yang akan menguji ketahanan bumi sehingga tanah menjadi ‘Batu’.
  • Pastima disebelah Barat menggambarkan posisi matahai berada tepat di atas kepala sehingga seluruh energi matahari secara penuh mengenai permukaan bumi yang mengakibatkan batu menjadi hitam, maka terciptalah ‘Timah’.
  • Manabia disebelah Barat Daya dipengaruhi oleh pergerakan matahari yang mulai condong ke arah terbenam sehingga sinar matahari perlahan akan mengurangi intensitasnya dan warna mulai menuju kemerahan redup, maka unsur bumi tercipta menjadi ‘Tembaga’.
  • Utara yang berada di arah Utara dipengaruhi oleh pergerakan sinar matahari yang semakin condong tenggelam, maka unsur bumi tercipta menjadi ‘Besi’.
  • Dan terakhir adalah Desa Irisanna di arah Timur laut dimana posisi matahari tinggal selangkah lagi untuk istirahat menghidupi bumi, maka unsur bumi tercipta menjadi ‘Kayu’.

Demikianlah Matahari menghidupi dan menyinari Desa Naualu di delapan arah mata angin sehingga lengkaplah pada hari itu matahari melaksanakan tugasnya menghidupi kegiatan di bumi di siang hari dan mataharipun tenggelam. Bumi semakin sempurna dengan bertumbuh dan berkembangnya tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang berkembang biak di daratan dan dilautan, bumi pun telah mengandung berbagai unsur logam yang akan menghiasi keberadaan bumi dalam suatu kesempurnaan. Maka sempurnalah Bumi sebagai tempat manusia berkembang dan berketurunan.

Demikian pula Raja Ihat Manisia menjadi pasangan dengan Siboru Itam Manisia menjalani hidupnya setelah mendapat berkat dari Mulajadi Nabolon dan para dewa-dewa. Mereka adalah manusia yang langsung terlahir dari pasangan dewa-dewi dan sementara bersemayam di Banua Tonga untuk melahirkan manusia yang akan berketurunan atas perintah Mulajadi Nabolon. Tiba disuatu masa, Siboru Itam Manisia mengandung, maka berniatlah mereka untuk memohon kepada Mulajadi Nabolon melalui Debata Asiasi. Lalu mereka membuat sajian-sajian persembahan seperti Lepat dan itak, Daun Sirih dan bunga-bungaan yang wangi lalu martonggo memanjatkan doa agar Debata Asiasi dapat datang menjumpai mereka.

Lalu datanglah Debata Asiasi dalam wujud burung seperti Kupu-kupu besar, yang wajahnya bertabur bintang rumiris, paruhnya terbuat dari besi dan kakinya berlilitkan gelang yang berkilauan intan, berkata kepada Raja Ihat manisia serta Siboru Itam Manisia: “Apa yang hendak kamu minta wahai manusia!” maka mereka meminta agar diberikan petunjuk bagaimana kelak mempersiapkan kelahiran anak-anak mereka. Maka Debata Asiasi kemudian berkata: “Kalian akan mendapatkan keturunan tiga orang dan kalian akan menjadi berlima”. Kemudian berkata lagi: “Aku akan menutup ubun-ubun, yang menggerakkan jantung, yang menggerakkan hati, yang membuka mata, yang membuka mulut, yang memisah jari-jari pada anak yang ada dikandunganmu”.

Kemudian Debata Asiasi berkata lagi: “Aku akan menyediakan tempat untuk tujuh belas roh-roh yang akan bersemayam ditubuh anak-anakmu dan roh-roh itulah yang dia bawa didalam kehidupannya kelak”. Kemudian Debata Asiasi memberkati anak yang ada dikandungan itu dengan ke tujuh belas tempat roh-roh ditubuh manusia yang diberikan Mulajadi Nabolon untuk disampaikan oleh Debata Asiasi yaitu:

  1. Tuan Dirante Bosi diubun-ubun,
  2. Sirambo Naumpung dirambut,
  3. Siataran Nabolak diwajah,
  4. Tuan Silinong-linong dimata,
  5. Tuan Dibatu Holing di telinga,
  6. Tuan Dibatu Juguk dihidung,
  7. Sirobur Sirom-sirom di tenggorok,
  8. Raja Aksara dikening,
  9. Raja Muda diotak,
  10. Sidari Mardumpang dibibir,
  11. Singalu Ihataran di gigi,
  12. Raja Alim di dada,
  13. Si Aji Runggu-runggu di jantung,
  14. Si Aji Humik di hati,
  15. Raja-Kuat di pusar,
  16. Sidari Mangambat dilangkah,
  17. Si Aji Porjat ditelapak kaki”.

Demikianlah tujuh belas tempat roh bersemayam sudah dibukakankan kepada keturunan manusia. Kemudian berkata lagi Debata Asiasi: “Mintalah apa yang kalian mau untuk mengisi roh itu setelah anak-anakmu lahir dikemudian hari, yaitu dengan membuat sajian persembahan, melakukan tortor dan tonggo-tonggo”. Apabila engkau meminta kepada Debata Bataraguru, maka engkau harus manortor dengan pakaian berwarna Hitam. Apabila engkau meminta kepada Debata Sori, maka engkau harus manortor dengan berpakaian berwarna putih. Apabila engkau meminta kepada Debata Mangalabulan, maka engkau harus manortor dengan memakai pakaian merah”.

Setelah tepat waktunya, maka Siboru Itam manisia melahirkan anak kembar tiga yang sudah diberkati dengan tujuh belas roh kehidupan yang akan diisi dengan segala ilmu sepanjang hidupnya. Anak-anak tersebut diberi nama Miok-miok, Patundal Nabegu, dan Aji Lapas-lapas. Maka Raja Ihat Manisia dan Siboru Itam Manisia mempersiapkan sajiansajian persembahan untuk mengisi roh yang harus dimiliki manusia sesuai waktunya. Mereka mempersiapkan dua macam sajian, yang satu berupa  Lampet dan Iitak, Daun Sirih dan bunga-bungaan yang wangi untuk menyembah Debata Asiasi sebagai penyampai berkat dan yang kedua mereka mempersiapkan sajian berupa Jeruk Purut, Daun Kemangi, dan Tuak Tangkasan yang disajikan diatas cawan, kemudian manortor dengan pakaian hitam dan ulos yang diwariskan oleh ibunya Siboru Deakparujar dan berseru berdoa: 

“Wahai engkau Debata Asiasi, Debata yang diutus Mulajadi Nabolon, Debata yang kusayangi dan yang menyayangiku, Debata yang kupanggil, Debata yang tidak perlu diberi apa-apa, Engkau yang membawa kuasa dari para dewa di surga, kuasa  yang menutup ubun-ubun, kuasa yang membuka mata, yang menjernihkan pendengaran, yang membuka mulut, yang menyejukkan hati, yang mendetakkan jantung dan memisahkan jari-jari bagi kami manusia. Berkatilah kami, berilah anak-anak kamu roh dari Mulajadi Nabolon, tujuh roh yang mengisi awal kehidupannya, roh Tuan Dirante Bosi diubun-ubun, roh Sirambu Naumpung dirambut, roh Siataran Nabolak diwajah, roh Tuan Silinong-linong dimata, roh Tuan Dibatu Holing di telinga, roh Tuan Dibatu Juguk dihidung, roh Sirobur Sirom-sirom di kerongkongan.” 

Lalu mereka manortor sebanyak tujuh kali mengelilingi sajian persembahan dimana setiap mengelilingi satu kali sambil menyebut roh yang diminta. Kemudian Debata Asiasi memberkati mereka dengan mengisi ketujuh roh tersebut kepada anak anaknya. Dengan berkat roh-roh tersebut maka mereka bertumbuh menjadi pemuda-pemuda sempurnah, gagah perkasa yang telah dipenuhi oleh tujuh roh pelindung didalam diri mereka masing-masing. 

Kemudian apabila tiba pula saatnya manusia harus diisi berkat roh lainnya, maka mereka berlima mengadakan ritual yang sama dengan dua jenis sesajian sebagaimana dilakukan sebelumnya, dan melaksanakan tortor dengan mamakai pakaian berwarna putih, sambil berkeliling lima kali melingkari sajian dan menyebut roh yang diminta satu persatu untuk setiap mengelilingi sesajian. Maka Debata Asiasi datang sambil membawa dan mengisi roh Raja Aksara dikening, roh Raja Muda diotak, roh Sidari Mardumpang dibibir, roh Singalu Ihataran di gigi, roh Raja Alim di dada. Setelah lima roh tersebut bertambah kepada anak-anak nya maka mereka semakin tumbuh perkasa yang nanti kelak akan dapat menguasai bumi. 

Sejalan dengan perjalanan waktu maka tiba pulalah waktunya untuk mengirim lima roh terakhir untuk mencapai kesempurnaan manusia untuk menguasai bumi. Sebagaimana dilakukan sebelumnya, merekapun mempersiapkan sesajian dan manortor sambil menyebut lima roh yang akan diisi sambil mengelilingi sesajian sebanyak lima kali untuk lima roh yang diminta mereka yaitu roh Si Aji Runggu-runggu di jantung, roh Si Aji Humik di hati, roh Raja-Kuat di pusar, roh Sidari Mangambat dilangkah, roh Si Aji Porjat ditelapak kaki. Lengkaplah seluruh tujuh belas roh yang diisi kepada tiga anak manusia tersebut Raja Miok-miok, Patundal Nabegu, dan Aji Lapas-lapas. Kemudian Debata Asiasi bertitah bahwa apabila manusia menggunakan tujuh belas roh yang ada pada dirinya sesuai keperluannya maka mereka akan menguasai bumi.

PERHATIAN:  Isi artikel ini adalah bagian dari buku novel Perjalanan Spiritual Ke Tanah Batak adalah Copy Right dan apabila menyadur atau memetik isi novel ini agar meminta izin melalui situs ini, dan harus mencantumkan judul bukunya dan sumbernya dari BATAK ONE https://batakone.wordpress.com.

Sebelumnya <<<>>> Selanjutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: