Terkesima (Bagian-1)

TERKESIMA

Aku terpana mengetahui legenda peradaban manusia ini. Demikianlah legenda ini mengalir di dalam alam pikiranku bagaikan pemutaran episode-episode sebuah film yang membawa alam pikiran ke masa ribuan tahun kebelakang. Aku terlarut dengan kejadian demi kejadian yang membawa alam pikiranku menjadi aktor pencipta seperti Mulajadi Nabolon. ‘Legenda’ tentu menjadi istilah yang dipakai oleh manusia untuk mengatakan suatu cerita sebatas pelipur lara. Katanya jauh beda dengan sejarah, karena tidak didasari oleh fakta-fakta yang menunjukkan kebenarannya, walau kadangkala sejarah dapat saja berbalik dari kebenarannya. 

Demikianlah legenda ini aku sebut saja suatu mitos yang masih dipercayai oleh masyarakat Bangsa Batak karena mereka masih saja melekat dan ada didalam mitos tersebut. Walaupun masyarakat Bangsa Batak didalam kehidupannya di peradaban global dimasa sekarang ini tidak lagi melaksanakan apa yang dimitoskan tetapi mereka mengakui bahwa kenyataan itu memang ada pada mereka di masa lampau. ‘Let by gone be by gone, biar yang lalu berlalulah’ kira-kira demikianlah pemikiran mereka saat ini. 

Aku merasuk kedalam jiwa Mulajadi Nabolon yang disebut ‘Tondi’ untuk memahami mitos yang Dia turunkan kepada Bangsa Batak terlepas apakah mitos itu akan membuahkan kebaikan kepada Bangsa Batak atau akan menjadi bencana bagiku yang menerima terbelenggu didalam mitos Naga Padoha. Orang bilang ‘who care?’, maka jadilah aku yang didampingi oleh Tondi. 

Sejalan dengan adanya kesadaran manusia bahwa dia manusia memang ‘ada’, maka manusia itupun berpikir bahwa dia memang ‘ada’ dan mulailah berkembang peradaban dari mulai kehidupan berburu, kemudian kehidupan berladang berpindah-pindah, kemudian mulai mengatur tempat tinggal yang tetap mengolah lahan bertani, beternak, dan mengembangkan peralatan-peralatan untuk kemudahan-kemudahan menata kehidupannya. Lalu manusia itu mengamati perilaku alam lingkungannya dari mulai pengamatan kehidupan tumbuh-tumbuhan, kehidupan binatang, keadaan musim, keadaan benda-benda angkasa yang tentu saja dirasakannya dan diyakininya ada saling ketergantungan dengan kehidupannya. 

Sejalan dengan pemikiran-pemikiran tersebut maka volume otak di tengkorak kepala pun semakin besar yang memampukan manusia mengembangkan berbagai ilmu-ilmu yang melingkupi kehidupannya, kehidupan kelompoknya, kehidupan masyarakatnya dan seterusnya. Demikianlah pesatnya perkembangan alam pikiran manusia itu sehingga dia harus menambah memori (daya ingat, daya nalar, daya pikir) di otaknya untuk merekam semua kesan-kesan, kejadian-kejadian, bahkan perencanaannya kedepan termasuk ramalan-ramalan yang akan dia lakukan, yang akan dia alami sampai ke tahap pengambilan keputusan. Kapasitas volume otak menjadi ukuran kecerdasan diantara mahluk-mahluk, termasuk manusia yang mempunyai ratio volume otak yang paling besar diantara mahluk-mahluk lainnya. 

Kecepatan perkembangan kecerdasan manusia sampai kepada titik dimana tengkorak kepala manusia tidak mampu beradaptasi secara cepat untuk memperbesar volume tengkoraknya sehingga manusia mencari alternatip lain mengisi memori otaknya diluar tengkorak kepalanya, maka manusia menciptakan alat bantunya berupa aksara sebagai perangkat lunaknya (software) dan alat-alat tulis sebagai perangkat kerasnya (hardware). Maka ke dua piranti ini menjadi langkah besar (quantum leap) bagi manusia dan peradabannya, maka manusia dan segala sesuatunya memiliki sejarah masing-masing. Demikian pulalah aku berpikir maka aku ‘ada’, maka aku adalah manusia yang selalu didampingi Tondi, dan semua manusia menjadi pemikir-pemikir. 

Didalam perjalananku sebagai Tondi, aku mengalami hening, tenang, gelap gulita, tiada apa-apa, tiada siapa-siapa, dan semuanya begitu damai tenteram. Aku dihentakkan oleh sabda yang menggelegar entah dimana, katanya ‘Big Bang atau Dentubes’. Perlahan kubuka mataku dan ada terlihat kedipan-kedipan nun jauh disana. Puluhan, ratusan, ribuan, jutaan, miliaran bahkan tak terhitung banyaknya, itulah yang disebut bintang-bintang di Alrase. 

Aku Tondi berupa ‘Zat Hidup’ dari Mulajadi Nabolon melayang-layang mengitari seluruh Alrase melihat begitu banyaknya yang disebut Galaxy atau bintang dengan koloninya ada sekitar empat ratusan miliar banyaknya. Lalu aku bertanya kepada Tondi: “Apakah semuanya ini?” Dia berbisik: “Pada mulanya adalah Mulajadi Nabolon yang sempurna dan menurut keinginannya menciptakan Alrase dari suatu kejadian ledakan energi yang maha dahsyat sehingga muncul cahaya. Maka Alrase ada menurut kehendak-Nya. Maka Tondi Mulajadi Nabolon bekerja di alam raya semesta dan sempurnalah ciptaanNya. Mulajadi Nabolon melihat ciptaannya begitu indah dan mempesona, maka jadilah jumlah tak terhingga galaxy yang tersebar di alam raya semesta dan bekerja menurut takdirnya masing-masing. 

Takdir adalah hukum-hukum yang diberikan kepada masing-masing ciptaanNya berdasarkan derajat dan tingkat hirarki yang dimiliki oleh masing-masing ciptaanNya. Maka hukum-hukum itu bekerja menurut aturannya yang saling mempengaruhi satu sama lainnya di dalam keseimbangan yang maha sempurna. Maka menjelmalah Debata Mulajadi Nabolon dalam wujud Tondi merasuk di dalam ciptaanNya dan ciptaanNya ada di dalam Tondi dan Tondi ada di dalam ciptaanNya, itulah Cahaya Hidup. Mulajadi Nabolon menyatakan dirinya tanpa awal dan tanpa akhir selama-lamanya. Mulajadi Nabolon menyatakan dirinya tanpa bentuk dan dalam bentuk apasaja di alam semesta ciptaanNya. Maha sempurna ciptaanNya di dalam Tondi.” 

Demikianlah Tondipun masuk kepada Einstein berpikir di dalam ‘Teori Relativitas Khusus’ di tahun 1905 dan ‘Teori Relativitas Umun’ di tahun 1915 yang menemukan dasar perhitungan matematis tentang terciptanya Alrase disuatu peristiwa Dentubes, sebagaimana ada pada ‘Big Bang Theory’. Kemudian Tondipun masuk kepada seorang pendeta berkebangsaan Belgia di tahun 1927 bernama Georges Lemaitre mengemukakan bahwa Alrase bermula dari suatu ledakan dimana dia mengamati ‘lintasan merah’ diluar Nebula dan membandingkannya dengan teori-teori Einstein. Maka sejak itu beramai-ramailah para ahli pikir dan ahli segala bidang ilmu pengetahuan untuk  berusaha mengungkap awal kejadian Alrase. 

Sejenak aku tak hentinya melepaskan pandangan ke angkasa dimalam hari, terlihat kedipan-kedipan cahaya yang berkilauan bagaikan intan permata, maka itulah benda-benda angkasa ciptaan Mulajadi Nabolon. Secara umum aku mengatakannya bintang-bintang dan bulan. Diantara banyak tak terhingga jumlah kilauan itu, hanya satu-dua Galaxy yang dapat terlihat oleh mata telanjang, selebihnya adalah benda-benda yang hanya menerima pantulan dari energy cahaya yang dipancarkan oleh bintang galaxy sebagai sumber cahayanya. Bahkan diantara cahaya yang terlihat adalah hanya seberkas cahaya yang melayang-layang sampai dipelupuk mata sementara bintang yang mengeluarkan energy cahaya tersebut telah lama punah-mati pada ribuan, ratusan ribu, jutaan, entah berapa milyaran tahun yang lalu. 

Aku dikaruniai kepintaran dan dapat menghitung bahwa cahaya dikatakan berkecepatan 300.000 km/det. (Tiga Ratus Ribu Kilometer per Detik). Artinya pada saat satu detik kita keluarkan suatu cahaya, maka cahaya tersebut telah sampai sejauh 300.000 km. 

Apabila aku berdiri tepat di titik khatulistiwa (Bonjol, Pontianak) dan memancarkan energy cahaya mengitari Bumi maka dalam waktu 0,1333 detik (kurang dari sepertujuh detik saja) cahaya tersebut akan tiba kembali ditempat saya berdiri. Bagaimana ceritanya? Begini: “Keliling Bumi panjangnya dikatakan sekitar 40.000 km, maka cahaya yang kupancarkan mengitarinya selama 40.000 km dibagi 300.000km/det  sama dengan 0,1333 detik”. 

Pagi hari jam 08:00 WIB, pada saat aku terkena sinar matahari, maka sebenarnya sinar itu dihadiahkan oleh Sang Matahari kepadaku pada jam 07:51:40. Bagaimana ceritanya? Begini: “Jarak Matahari ke Bumi dikatakan sekitar 150.000.000 km (150 juta kilometer), maka cahaya yang dikirim oleh matahari kepadaku akan sampai dalam waktu 150.000.000 km dibagi 300.000 km/det sama dengan ≈ 8,33 min. ≈ 8 min. 20 det, artinya matahari mengirimkan cahaya itu pada jam 08:00 WIB – 8 mi. 20 det = jam 07: 51: 40 WIB”. 

Apabila aku ingin pergi ke matahari dengan mengendarai sepeda motor secara cukup aman dengan kecepatan 100 km/jam maka aku akan sampai di matahari sekitar 170 tahun kemudian. Berapa seharusnya umurku? Ouuuwww, kan aku bisa pergi ke matahari dengan menggunakan kekuatan G-Force, supaya aku bisa sampai ke matahari dalam waktu yang tidak berapa lama? Lalu berapa G-Force yang harus kupakai? Begini ceritanya: “G Force = 300.000 km/det : 9,8 m/det = 30.612.245 G-Force. Aku pernah naik Roller Coaster, katanya Roller Coaster itu menimbulkan gaya sebesar sekitar 4 G Force pada tubuhku. Katanya pula, ambang batasku adalah 8 G Force. Dengan 30 jutaan G Force? maka aku akan men-sublim, tak berwujud lagi. Sekilas aku merenungkannya dan “Ternyata aku ini tak lebih berharga dari sebutir pasir?” kataku dalam hati. 

Didalam pengembaraanku, kutangkap kesan sejumlah galaxy yang bermukim di Alrase, lalu aku sekejap beristirahat disebuah galaxy bernama “Bisak”, atau orang lain menyebut juga Milky Way. Kalau begitu dimana galaxy-galaxy itu dan berapa jauh jaraknya dari aku? Sebelum aku berpikir lebih jauh, tiba-tiba Tondi berbisik kepadaku: “Kau akan kuajarkan mengenal istilah-istilah yang akan kau jumpai didalam pengembaraanmu”, thank you, thank you kataku gembira, maka Tondi memaparkan istilah-istilah itu dan beginilah ceritanya sebagai berikut berikut: 

ISTILAH

URAIAN

Alrase Alam Raya Semesta
Astronomical Unit (AU) / Satuan Astronomi besaran rata-rata dalam bentuk jarak antara Bumi dan Matahari, yaitu sekitar 150 juta kilometer. Satuan ini digunakan untuk mengukur jarak antara benda-benda yang ada di dalam Sitasur.
Astrofisika adalah ilmu yang mempelajari tentang komposisi kimia dan proses fisika yang muncul pada setiap benda angkasa.
Belangit Benda-benda langit
Big Bang / Ledakan Maha Dahsyat (Dentubes) ledakan di alam semesta yang dipercaya sebagai awal terjadinya Alam Raya Semesta.
Bisak Bima Sakti
Black Hole / Lubang Hitam fenomena terjadinya lubang yang diakibatkan medan gravitasi yang sangat kuat sehingga cahayapun terperangkap olehnya
Celestial equator garis imajiner sebagai bayangan garis Khatulistiwa Bumi di langit
Celestial poles suatu titik di angkasa sebagai bayangan Kutub Utara dan Kutub Selatan.
Deklinasi ukuran posisi dan jarak celestial equator di Utara-Selatan angkasa.
Ekliptik perubahan gerak tahunan matahari terhadap bintang-bintang di angkasa.
Galaksi susunan Sitasur yang mempunya bintang sebagai pusat kehidupannya.
GeV(Giga electron Volt) =10.000.000.000.000 derajat Kelvin.
JTSK (Juta Tahun Sebelum Kini) adalah perhitungan tahun dalam ukuran juta dari saat sekarang
Komet benda angkasa yang terlepas dari orbitnya dan melayang masuk ke sistim Sitasur dan memunculkan cahaya akibat gesekan dengan angin angkasa.
Kosmologi / Astronomi ilmu yang mempelajari tentang sejarah angkasa raya.
Light Year (LY) /Tahun Cahaya jarak yang dapat ditempuh oleh suatu cahaya dalam setahun, kira-kira 9,46 Triliun km
Maknitude ukuran tingkat kecerahan suatu benda angkasa.
Maknitude Aparensi tingkat kecerahan dilihat dari Bumi
Maknitude Absolut  tingkat kecerahan diukur di angkasa yang berjarak 32.6 LY dari Bumi.
MTSK (Miliar Tahun Sebelum Kini) adalah perhitungan tahun dalam ukuran miliar dari saat sekarang
Nebula bentuk awan yang terdiri dari gas dan debu diantara bintang-bintang.
Neutron Star bintang berukuran kecil yang mempunyai kepadatan yang sangat tinggi dan mengikat kandungan neutron yang tinggi.
Pulsar bintang neutron yang mengirimkan ledakan-ledakan gelombang radio.
Quasar benda seperti bintang yang mempunyai lintasan merah. Saat ini Quasar adalah benda angkasa yang sangat jauh dan memaancarkan energy yang besar.
Red Shift / Lintasan Merah pergerakan radiasi spektrum cahaya dengan gelombang yang lebih panjang berwarna merah. Saat ini Red-shift terlihat menjauhi Bumi.
Right Ascension ukuran jarak suatu benda kearah timur dari suatu titik dimana matahari menyeberangi celestial equator dengan kecepatan Mach 21. Jarak ini diukur dalam satuan ‘jam’, dan 1 jam = 15º.
Sitasur Sistim Tata Surya
Solsi Solar Sistim, Sistim Edar
Star / bintang benda langit yang memancarkan energy dan memiliki gugusan planet yang mengelilinginya. Star merupakan sumber kehidupan bagi benda-benda yang mengelilinginya. Matahari adalah salah satu bintang dalam gugusan Sitasur Bima Sakti (Milky Way).
TSK Tahun Sebelum Kini
TC (Tahun Cahaya) adalah besaran kecepatan yang berjarak 300.000 km/det

Galaxy atau bintang yang terdekat ke Bisak adalah kelompok Centauri sekitar 4,3 Tahun Cahaya atau sama dengan 300.000 km/det x  60 det/mi. x 60 min/jam x 24 jam/hari x 365 hari/tahun = 40.681.400.000.000 km.  Yaaaah… susah banget menyebutkannya! Warga astronomer menyederhanakan perhitungan ini dengan membuat satuan yang disebut Astronomical Unit (AU) yang besarannya adalah sajauh Bumi ke matahari yaitu  per 150.000.000 km = 1 AU, jadi bintang terdekat  di atas berjarak sekitar 271.209 AU atau 271.209 x jarak Bumi ke matahari. Supaya tidak susah yaaaa sebut saja 4,3 TC Demikian galaksi Centaur yang terdekat hanya 4,3 TC, bagaimana pula galaksi Cartwheel yang berjarak 500.000.000 TC? 

Kini aku mendapat kemajuan ilmu pengetahuan yang kudapat dari pengamatan, penelitian dan pencaharian yang tiada henti maka aku mencari tahu segala sesuatu yang kuanggap dapat memenuhi keinginan dan kebutuhanku. Berkembanglah ilmu pengetahuan yang berusaha mengungkap rahasia Alrase yang disebut ‘Cosmology / Astronomy, dan ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan itu. 

Kemudian aku membuka kembali catatan pengembaraanku dan menemukan galaxy-galaxy jauh yang telah terukur jaraknya dalam ukuran ratusan ribu dan bahkan jutaan TC jaraknya. Kini aku semakin merenungkan dan membayangkan kebesaran Mulajadi Nabolon. Sungguh mulia aku termasuk satu diantara ciptaanNya yang mencoba mencari tahu rahasia kebesaran Mulajadi Nabolon melalui keingin tahuan terhadap ciptaan-Nya. Ada yang bilang “Man proposes, God disposes” yang artinya “Manusia yang berniat tetapi Mulajadi Nabolon yang menentukan”. 

Memang benar, Mulajadi Nabolon memberikan Hikmah dan kebijaksanaan kepadaku sehingga aku secara sadar berusaha mencari dan memahami ciptaan dan keagungan-Nya. Upayaku untuk menguak rahasia kebesaran Mulajadi Nabolon tentu berlangsung sepanjang kehidupanku, hingga teknologi saat ini memungkinkan kesan dan gambar ciptaannya terekam dan terdata untuk kemajuan pengetahuan, tentu saja dalam arti mencari keseimbangan yang dititahkan Mulajadi Nabolon kepada semua ciptaanNya. 

Sedemikian besar dan luas Alrase sehingga aku selayaknya tidak akan dapat membayangkan bahkan tidak akan berani membayangkan apa dan siapa Mulajadi Nabolon atau apa dan siapa aku ini. Aku ternyata tidak punya arti apa-apa bagi si pencipta Alrase. Pengetahuanku disegala bidang, dan dengan semakin pintarnya aku tentu saja akan semakin memahami Mulajadi Nabolonku sebagai Mulajadi Nabolon yang menjaga dan memelihara ciptaan yang maha besar itu. 

Aku dengan segala keberadaanku memang sebagai mahluk penghuni yang tinggi derajatnya. Derajat ini bagiku dapat diartikan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ada yang beranggapan dan bahkan berperilaku bahwa derajat yang lebih tinggi tentu akan menindas yang lebih rendah. Adapula yang beranggapan dan berperilaku sebagaimana arti dari kata-kata bijak yang dikeluarkan oleh para filsuf yang bermakna banyak sesuai arti kata yang dikandungnya: Filsuf (philosophy) berasal dari kata Yunani yaitu Philosa = kebenaran, dan sophia = cinta, sehingga bermakna “Cinta akan Kebenaran”. 

“Tingkatan derajat diantara semua yang ada merupakan satu kesatuan yang saling terkait sesuai porsi takdir yang dimilikinya, dan menjadi sinergi untuk keseimbangan Alrase” Empeha 23012003

PERHATIAN:  Isi artikel ini adalah bagian dari buku novel Perjalanan Spiritual Ke Tanah Batak adalah Copy Right dan apabila menyadur atau memetik isi novel ini agar meminta izin melalui situs ini, dan harus mencantumkan judul bukunya dan sumbernya dari BATAK ONE https://batakone.wordpress.com.

Sebelumnya<<<>>>Selanjutnya

Mulak tu bona>>>

Advertisements

One Response to “Terkesima (Bagian-1)”

  1. Fantastic work buddy, continue the good work.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: